Kamis, 7 Mei 2026, pukul : 01:50 WIB
Surabaya
--°C

Siapa Membunuh Putri (6)

”Belum punya uang mukanya, Bang,” kataku.
”Uang muka kok dipikir,” kata Bang Jon. ”Nah, gini. Mumpung kita lagi omongin uang. Aku ajak kamu ngomong ini.” Dia perbaiki posisi duduk. Menegakkan tubuh, menandai keseriusannya. Agak heran juga saya dengan keramahannya, apalagi teringat kemarahannya kemarin sebelum dan pada saat rapat.

Bang Jon lalu cerita soal rencana grup Pedoman Rakyat. Saya tahu itu grup media besar, lebih besar, dan lebih tua dari grup koran kami. Grup itu akan buka koran di kota kami.

”Aku sudah ketemu mereka, Dur,” kata Jon. ”Aku mau tahu sekarang berapa gaji barumu?”

BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (2)

Saya bisa menebak ke mana arah pertanyaan Bang Jon, saya sebutkan saja angka di SK baru itu.

”Kamu mau ikut aku nggak? Kita gabung ke koran Grup PR itu, namanya bagus Podium Kota, bukan koran kriminal. Capek kita di kriminal terus. Itu koran sudah ada di beberapa kota. Bakal jadi pesaing grup kita. Di beberapa kota lain, grup kita goyang, Dur. Mereka serius. Dipersiapkan benar. Juga soal gaji wartawan. Jauh lebih baik. Saya bisa pastikan gajimu di koran baru itu bisa dua kali lipat minimal. Terserah kami minta berapa, asal tak lebih dari tiga kali lipat gajimu sebagai asredpel yang kamu sebut tadi itu,” kata Jon.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.