Senin, 22 Juni 2026, pukul : 00:43 WIB
Surabaya
--°C

Kena PTSD, Suami Bakar Isteri di Depok

Mabuk, membuat orang kehilangan (melemahnya) kontrol logika. Dan kehilangan empati. Bersikap agresif. Tidak bisa merasakan , apa yang dirasakan orang lain, atas tindakan dia.

Prof Sung: “Saat itulah kejahatan terjadi. Dilakukan pemabuk.”

Kejahatan pemabuk, bisa beragam. Biasanya sudah direncanakan, ketika ia belum mabuk. Jadi sudah ada niat jahat. Tapi niat itu belum dilaksanakan, karena ia menunggu mabuk. Dengan mabuk, ia merasa enteng dan berani melakukan kejahatan.

BACA JUGA: Kasus Sambo, dari Yosua Belok ke Makruf

Pemabuk pada dasarnya pengecut. Tidak berani melakukan agresi, sebelum mabuk. Ia sudah hafal efek alkohol, menghilangkan empati sosial. Dan logika. Maka, ia mabuk.

Paling sering, kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan anak. Prof Sung dalam bukunya, menyebutkan, kekerasan dalam rumah tangga di Amerika Serikat, sekitar dua per tiga dilakukan orang mabuk. Baik pelaku pria atau wanita.

BACA JUGA  Qadla, Politik, dan Ekonomi Indonesia: Membongkar Fatalisme di Tengah Krisis Akuntabilitas

Pemabuk berat, rata-rata di pesta miras. Sebab di situ ada semacam persaingan, atau adu kuat minum di antara peserta. Akibatnya peserta mabuk berat, dibanding peminum sendirian.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.