MANCHESTER-KEMPALAN: Sudah hampir dua dekade keluarga Glazers berkuasa di klub Manchester United. Berkali-kali pula pendukung United melancarkan protes ke keluarga Glazers supaya segera minggat dari klub berjuluk Setan Merah tersebut.
Termasuk aksi yang akan direncanakan dalam laga menghadapi Liverpool FC di Old Trafford, Manchester, akhir pekan nanti (23/8). Sesuai dengan tagarnya, #EmptyOldTrafford, aksi ini akan mengosongkan tribun Old Trafford.
Di saat ancaman aksi tersebut mulai dekat, muncullah kabar terkait pengusaha yang berniat untuk membeli saham United. Bukan Elon Musk yang sempat menghebohkan media sosial Twitter tetapi kemudian mengaku hanya becanda ingin membeli United.
Melainkan salah satu orang terkaya di Inggris Sir Jim Ratcliffe yang berniat mengakuisisi saham mayoritas United dari keluarga Glazers. Keinginan Ratcliffe tersebut jadi bahan pembicaraan di media-media Inggris pada Kamis (18/8).
’’Begitu klub ini (United) dijual, jelas Jim akan jadi pembeli yang potensial. Jika hal-hal seperti itu memungkinkan, kami akan tertarik untuk berbicara dengan pandangan kepemilikan berjangka waktu yang panjang,’’ kata juru bicara Ratcliffe.
’’Bukan tentang uang yang sudah dibelanjakan dan atau belum dibelanjakan. Jim saat ini sedang melihat apa yang bisa dia lakukan sekarang dan mengetahui betapa pentingnya klub bagi kota Manchester. Rasanya, ini waktu yang tepat untuk mengatur ulang,’’ sambung juru bicara Ratcliffe tersebut.
Laporan menyebut, pihak Ratcliffe dan keluarga Glazers akan menggelar pertemuan membahas akuisisi saham tersebut. Ratcliffe enggan mendapatkan saham sebagian. Dia menginginkan kontrol penuh atas klub asuhan Erik ten Hag tersebut.
Keluarga Glazers baru menyatakan bersedia melepas saham minoritas United yang nilainya dilaporkan mencapai 5 miliar Pounds (Rp 89,2 triliun). Lebih tinggi dari nilai saham mayoritas Chelsea yang gagal dia rebut dari Todd Boehly senilai 4,25 miliar Pounds (Rp 75,9 triliun).
Dari latar belakangnya, Ratcliffe merupakan orang terkaya kedua di Inggris dengan nilai kekayaan 28,2 miliar Dollar AS (Rp 417,7 triliun) menurut versi Bloomberg Billionaires Index. Dia menjabat sebagai CEO sebuah grup perusahaan biokimia multinasional di Inggris bernama Ineos. Dia juga punya 60 persen saham di perusahaan tersebut.
Dibandingkan pemilik klub Premier League lainnya, dia jadi yang terkaya ketiga di bawah pemilik Newcastle United (Saudi Arabia Public Investment Fund atau PIF) dan Manchester City (Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan).
Lahir di Greater Manchester, dia dikenal sebagai fans Manchester United sejak kecil. Tapi ketika pindah ke London jadi pemegang tiket musiman Chelsea. Dia sempat ikut mengajukan proposal penawaran akuisisi Chelsea setelah kepergian Roman Abramovich pada tahun ini. Sayangnya dia kalah bersaing dengan pengusaha AS, Todd Boehly.
Dia memiliki saham mayoritas di beberapa klub olahraga. Seperti klub Liga Super Swiss FC Lausanne-Sport (2017), klub Liga Prancis OGC Nice (2019), punya saham juga di tim Formula One Mercedes AMG F1 dan tim balap sepeda Ineos Grenadiers. (The Sun, Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi