Rabu, 27 Mei 2026, pukul : 13:18 WIB
Surabaya
--°C

Ketegasan Anies terhadap Pelaku Kekerasan pada Perempuan Banjir Apresiasi

JAKARTA–KEMPALAN: Ketegasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memecat petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) karena melakukan kekerasan pada perempuan banjir apresiasi.

Orang nomor satu di Ibu Kota tersebut dinilai, bahwa pemerintah telah hadir melindungi masyarakatnya, khususnya perempuan dari kejahatan yang selama ini terus terulang dan terjadi di berbagai daerah.

Apa yang dilakukan oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu pun bisa menjadi momentum dan inspirasi bagi penegak hukum di Tanah Air, bahwa ketegasan harus segera dilakukan untuk memutus rantai tindak kekerasan yang banyak terjadi di masyarakat.

Pengamat Sosial, Agama dan Politik, Sudarnoto Abdul Hakim menilai, tindakan tegas dan cepat Anies Baswedan terhadap pelaku kriminal terhadap perempuan menjadi momentum penting bagi semua penegak hukum. “Pertama, secara berani, tegas dan adil menegakkan law enforcement,” katanya Minggu 14 Agustus 2022.

Dengan law enforcement ini, lanjut pria yang juga ketua MUI Pusat itu, maka ada jaminan bahwa pelaku tindak kekerasan pasti dihukum dan kekerasan terhadap perempuan tidak lagi terjadi. “Semua warga harus merasa aman karena ada perlindungan hukum,” tegasnya.

Kedua, kata dia, pemerintah bersama-sama dengan kekuatan civil society secara terus menerus perlu melancarkan program literasi secara komprehensif.

Menurutnya, dengan program ini diharapkan antara lain masyarakat benar-benar memahami pentingnya peran mereka dalam mengafirmasi perlindungan terhadap kaum perempuan sekaligus penguatan kapasitas mereka sehingga secara sosial, pendidikan, dan ekonomi mereka semakin kuat.

BACA JUGA  Arumi Bachsin Tutup Perwosi Smash Tourney 2026 Blitar

Sudarnoto menekankan, jangan dibiarkan masyarakat, terutama kaum perempuan, tidak tahu hak-hak mereka dan jangan dibiarkan mereka terus dianiaya.

“Jadi apa yang dilakukan oleh Anies Baswedan adalah contoh yang sangat baik dan diharapkan ini menjadi salah satu sumber inspirasi program afirmasi perlindungan terhadap perempuan semakin mendapatkan perhatian semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP Indonesia Youth Economic and Society (Inayes), Margaretta Putri mengapresiasi sikap tegas yang diambil Anies Baswedan tersebut.

“Yang akhirnya, kasus tersebut dengan cepat bisa diatasi. Artinya negara hadir dalam memberikan perlindungan dan keadilan bagi warganya,” katanya menanggapi penanganan kasus tersebut.

Tak hanya itu, Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri), Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Zihan Umami juga menilai, pemecatan terhadap petugas PPSU yang dilakukan Anies Baswedan sudah tepat.

“Tindakan tegas yang dilakukan oleh Bapak Anis Baswedan dengan langsung memberhentikan atau memecat petugas PPSU sangatlah tepat,” katanya.

Ia mengatakan, adanya peristiwa tersebut pasti memberikan dampak yang sangat berat bagi korban. “Dan alangkah lebih baiknya korban segera mendapatkan pendampingan dan pemulihan baik secara psikis maupun fisik,” jelasnya.

Ia pun berharap, dengan adanya kasus di Ibu Kota itu bisa menjadi peringatan pada masyarakat bahwa tindakan kekerasan harus segera diakhiri dan dibasmi dari Tanah Air.

“Semoga pemerintahan lebih memperhatikan lagi kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dengan memberikan arahan kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi kekerasan diruang publik seperti video yang beredar,” ujarnya.

BACA JUGA  Pilkades Serentak 2026: Satu RT Dua ‘Kemanten’.Strategi Politik Doni Suhendro Raih Simpati Warga di Bligo Sidoarjo

Diberitakan sebelumnya, petugas PPSU di Kelurahan Rawa Barat, pria berinisial Z, menganiaya pacarnya berinisial E, yang diduga karena cemburu.

Dari video yang diterima, terlihat seorang pria yang mengenakan pakaian PPSU sedang menganiaya seorang perempuan. Ia terlihat jelas menendang dan menjambak korban.

Pria itu kemudian terlihat menaiki sepeda motornya dan langsung menggilas korban dengan motornya. Korban terlihat tertabrak dan terjungkal ke arah belakang.

Gubernur Anies Baswedan pun tahu hal tersebut. Ia menyampaikan, tidak ada ruang bagi kekerasan dan pelecehan di seluruh lingkungan kerja Pemprov DKI Jakarta, dan hukumannya adalah pemecatan seketika dan diserahkan kepada pihak berwajib.

“Pelaku kekerasan di video yang viral sudah kami ketahui dan langsung dipecat hari itu juga, lalu diserahkan kepada polisi untuk ditindak secara hukum. Korban sudah kami lindungi dan diberikan pendampingan kesehatan, psikologis dan hukum,” katanya dikutip dari Instagram @aniesbaswedan.

Anies pun menyampaikan terima kasih pada warga atas kepedulian dan video laporan netizen terkait tindakan brutal, barbar dan sama sekali tidak bisa ditolerir tersebut.

“Bila melihat tindak kekerasan usahakan langsung cegah sama-sama. Tapi bila khawatir keselamatan atau memperburuk akan keadaan, maka silakan foto/ rekam dan laporkan pada yang berwenang atau hubungi Jakarta Siaga 112,” ujarnya. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.