Kamis, 9 Juli 2026, pukul : 00:59 WIB
Surabaya
--°C

Cucu Bung Karno

Yang kedua, adanya tim sukses. Cerita mengenai tim sukses dan broker politik tak akan ditemukan pada politik di mana pun seperti di Indonesia, karena kampanye calon dilakukan oleh jaringan partai politik, bukan jaringan informal tim sukses.

Ketiga, adanya broker politik. Para kandidat di Indonesia membentuk jaringan broker politik mulai dari tingkat nasional hingga rukun tetangga. Jaringan inilah yang dimanfaatkan oleh kandidat untuk melakukan politik uang sebagai cara menjalin hubungan dan meraup dukungan dari masyarakat.

BACA JUGA: ACAB

Dengan model itu praktik politik di Indoneia menjadi sangat mahal. Apa yang terjadi dari pemilu ke pemilu menjadi saksi lagi bagaimana “nishab” benar-benar memainkan peran penting. Berbagai jargon muncul di tengah masyarakat. Ungkapan “wani piro” sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari sebuah deal politik.

BACA JUGA  Mengapa Penderita NPD Tidak Betah di Hubungan yang Nyaman

Ada juga yang memakai istilah pajak “NPWP” untuk deal politik. Sebagaimana pajak yang selalu mencekik, NPWP politik ini juga mencekik. NPWP politik ini singkatan dari “nomer piro wani piro” (nomor berapa, berani berapa); Anda ada di nomor caleg berapa dan berani bayar berapa. Konotasinya menjadi lengkap.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.