JAKARTA–KEMPALAN: Sudir (52) pria asal Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah adalah sosok yang tak pernah dilupakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam hidupnya. Pasalnya, pria asli Desa Kracak ini merupakan saksi hidup sejarah Anies Baswedan saat mengawali pengabdian pertamanya ketika melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada 1994 silam.
Dari sinilah Anies muda belajar menjadi sosok yang bermanfaat bagi sesama. Semasa KKN di Desa Kracak, Sudir mengungkapkan, Anies bukan seorang yang sombong. Warga Desa Kracak, khususnya pemuda di sana bersama-sama belajar mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan KKN tersebut.
Perhatian Anies kepada warga Desa Kracak bukan sekadar menggugurkan kewajiban menuntaskan KKN belaka. Lebih dari itu, berkat Anies dan teman-teman kelompok KKN UGM tahun 1994 warga sekitar memperoleh akta kelahiran gratis.
“KKN waktu itu lamanya tiga bulan, karena ada program membuat akta massal itu waktunya ditambah 15 hari. Saat itu masyarakat sangat terbantu karena memang kondisi di desa itu agak sulit. Senang ada yang membantu dan benar-benar KKN ada buktinya,” ungkapnya, Jumat 5 Agustus 2022.
Menurut dia, kepribadian Anies dari muda hingga saat ini menjadi tokoh publik sebagai Gubernur DKI Jakarta tidak ada yang berubah. Sikapnya yang tidak sombong membuat Sudir terkesima dengan sosoknya.
“Saya ini orang kecil, ketemu waktu di acara hajatan pernikahan putrinya itu disambut dengan baik. Setiap ketemu teman kata-katanya tidak ada yang berubah,” ujar Sudir.
“Kadang-kadang saya ingin menangis dalam batin, (Anies) itu kok enggak lupa sama orang kecil. Apalagi sambutannya itu tidak menyepelekan. Malah sudah menjadi pejabat malah lebih baik lagi,” lanjut dia. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi