Jumat, 19 Juni 2026, pukul : 14:34 WIB
Surabaya
--°C

Incoming Bids Capai Rp36,91 Triliun, Minat Investor pada Lelang Surat Utang Negara Berlanjut

JAKARTA-KEMPALAN: Pada Rabu (2/8/2022) minat investor pada lelang Surat Utang Negara (SUN) berlanjut membaik. Hal itu dibuktikan dengan peningkatan pada incoming bids yang naik menjadi Rp36,91 triliun yang sebelumnya sebesar Rp29,46 triliun.

Setelah hasil dari Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting pada bulan Juli 2022, sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar dan sinyal The Fed dalam hal tingkat suku bunga tidak akan seagresif sebelumnya sehingga investor sudah mulai risk on.

Situs resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) pada Selasa (2/8/2022) menyebutkan bahwa di pasar perdana minat investor asing meningkat sebesar 46 persen yang awalnya Rp4,76 triliun menjadi Rp6,95 triliun.

DJPPR Kementrian Keuangan (Kemenkeu) kembali melaksanakan lelang SUN pada Selasa (2/8/2022) yang merupakan lelang ke-15 tahun ini. Total penawaran yang masuk adalah sebesar Rp36,9 triliun dan merupakan yang tertinggi dari tiga lelang sebelumnya.

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

Mayoritas minat dari investor asing masih berada pada tenor 5 dan 10 tahun dengan awarded bids sebesar 26,09 persen dari total incoming bids atau sebesar Rp4,97 triliun.

Pada lelang hari ini, seri benchmark dengan tenor 5 dan 10 tahun kembali mendominasi permintaan investor asing, yaitu sebanyak 81,06 persen dari total awarded bids dan 77,22 persen dari total incoming bids.

Selain itu, incoming bids atau penawaran masuk terbesar masih pada tenor 10 tahun, yaitu 48,14 persen dari total incoming bids atau sebesar Rp17,77 triliun dan 58,50 persen dari total awarded bids atau sebesar Rp11,15 triliun.

Tingkat borrowing cost pemerintah secara umum pada lelang hari ini turun ke level yang ketat, yaitu lebih rendah sebesar 8-52 bps jika dibanding lelang sebelumnya.

BACA JUGA  Scaloni Kagumi Messi Usai Sang Kapten Cetak Trigol ke Gawang Aljazair

Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2022 tentang Surat Utang Negara, Sri Mulyani, Menteri Keuangan semua penawaran yang masuk tidak dimenangkan. Jumlah dari total penawaran yang dimenangkan hanya sebesar 51,63 persen.

Pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp19,06 triliun dengan mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder. Hal tersebut merupakan di atas target yang diumumkan, yaitu Rp15,0 triliun.

Hal tersebut mencerminkan bahwa pemenuhan kebutuhan pembiayaan melalui SBN dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, fleksibel, dan juga oportunistik.

Lelang penerbitan SUN selanjutnya berdasarkan kalender penerbitan Surat Berharga Negara tahun 2022 akan dilaksanakan pada 16 Agustus 2022. (Beritasatu/Katadata/CNN, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.