Dr Dean Alan Hawley MD dalam bukunya “Death by Strangulation” (e-book, 2019) hasil otopsi mayat yang tercekik, bisa dibedakan antara gantung diri (bunuhdiri) dengan pencekikan (pembunuhan).
Dr Hawley adalah Spesialis Patologi Forensik di Indianapolis, Amerika Serikat. Karirnya di bidang kedokteran 43 tahun, sejak ia lulus dokter dari Indiana University, School of Medicine, 1979.
Dipaparkan di “Death by Strangulation“, otopsi untuk kasus pencekikan merupakan prosedur standar, yang tidak berubah diterapkan di Inggris pada 1930 hingga sekarang.
Bukti argumen Hawley adalah buku “Manual Strangulation”, hasil riset medis karya TA Gonzales pada 1933. Buku ini jadi rujukan para ahli forensik dalam penyelidikan mayat, khusus akibat cekikan.
Kematian orang akibat cekikan, ada dua: Cekikan tangan (manual) dan cekikan dengan alat (tali).
Cekikan dengan alat dibedakan jadi dua: Gantung diri dan dicekik.
Masing-masing jenis cekikan bisa segera dibedakan di meja otopsi mayat. Termasuk, mayat yang mati akibat cekikan tangan, kemudian dilakukan rekayasa oleh pencekik, seolah korban gantung diri.
Bukti medis terbaik dari mayat dengan tanda-tanda pencekikan, berasal dari pemeriksaan post mortem. Post berarti sesuah. Mortem artinya mati.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi