Jumat, 15 Mei 2026, pukul : 15:47 WIB
Surabaya
--°C

Pinggang Langsing

Komentar Pilihan Disway

Edisi 27 Juli 2022: Marah Harian

mzarifin umarzain

Seorang senior di pabrik, nyuruh pengawas di bawah nya: kamu harus belajar marah. Marah pd karyawan yg mbandel, salah. Marah kok perlu belajar. Latihan marah2? Masing2 pimpinan, pendekatan nya bisa beda2. Yg penting bisa mengatasi masalah. Kalau bisa tanpa marah2, kenapa harus dg marah? Yg suka marah2, cepat kena darah tinggi? Cucu saya diajari di TK: laa taghdhob, fa la ka ljannah. Jangan marah, maka bagi mu sorga.

Teguh Wibowo

Dibalik laki-laki sukses, ada wanita yg selalu mengomelinya..

JIM vsp

Pak Indro ini orang yang Unik, apakah beliau sadar bahwa beliau ini adalah aset Bangsa ? Eh salah, pertanyaanya, apakah pemerintah sadar punya manusia yang wajib di jadikan aset negara?

Muin TV

Ada pesan yang cukup bijak, “jangan melihat seserang ketika dia berada di puncak kesuksesannya. Tapi,lihat juga bagaimana perjuangan dia dalam meraih kesuksesan itu.” Dan hari ini kita bisa melihat bagaimana perjuangan drh. Indro Cahyono dalam meraih kesuksesan sebagai ahli virus di Indonesia.

Cu Nuryani

Aahhh saya dulu waktu junior tidak ada yang marah-marahin. Setelah senior sekarang ini juga tidak marah-marahin junior. Tapi mudah mudahan junior2 yang tidak ngalami dimarahi senior bisa sukses karirnya seperti Dr. Indro atau pak DI.

Orang jauh

#23 Ini tulisan tentang “beliau” yg ke enam. Sampe menurut Abah DI pembaca sudah menjadi “teman akrab” beliau

Udin Salemo

Guru yang berkesan sampai ke akhir hayat biasanya: guru killer, dan guru super baik. Guru biasa-biasa saja sering lupa namanya kalau gak ketemu puluhan tahun. Tahu orangnya, tahu nama panggilan tapi lupa nama lengkap beliau. Dan banyak anak guru yang berhasil jadi orang sukses.

Liam Then

Guru galak dan keras, masa belajar ditakuti dan disegani. Kelar masa belajar paling diingat. Terima kasih ibu, bapak guru. Semoga profesi guru semakin di tingkatkan kesejahteraannya. Jangan saban tahun di puji-puji pahlawan tanpa tanda jasa saja. Gak bisa buat tukar beras itu. Kesejahteraan para guru dan tenaga pengajar besar peranannya dalam penentuan mutu SDM. Orang yang pusing urusan dapur dan perut mana bisa di harapkan konsentrasi mengajar. Semoga anggota DPR mau bikin undang-undang yang menjamin : 1. Makin ke pelosok daerah ,makin besar gaji dan tunjangan profesi guru. 2. Gaji pokok guru minimal 2.5 kali UMR 3.Anak-anak guru max 2 orang di jamin oleh pemerintah biaya pendidikan nya sampai jenjang strata S1. Jika gorden rumdin 40 milyar aja bisa lolos ke APBN , walaupun akhirnya di batalkan karena terlanjur viral duluan. Mungkin saja Bapak dan Ibu anggota DPR yang terhormat bisa rapatkan sesuatu untuk apresiasi jerih payah guru-guru se-Indonesia. Jangan khawatir, itu uang lebih yang di dapat, tak mungkin sampai parkir di Singapur atau Maldives. Paling banter di gunakan untuk beli laptop, komputer, beli buku, untuk menunjang pekerjaan.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.