Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 21:33 WIB
Surabaya
--°C

KONI Jatim Bakal Gelar Fit and Proper Test Pelatih sebelum Masuk Puslatda

SURABAYA-KEMPALAN: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur segera melakukan seleksi pelatih untuk tim Puslatda Jatim proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Aceh dan Sumatera Utara.

Rencananya seleksi ini akan dilakukan langsung oleh tim pembinaan dan prestasi (Binpres) KONI Jatim untuk mencari pelatih terbaik yang akan mencetak atlet berprestasi.

“Nanti akan ada tes pelatih biar yang masuk bukan pelatih kaleng-kaleng. Fungsi pelatih kan melatih biar menjadi lebih baik mulai dari skill, kompetensinya dan juga attitude-nya. Kalau gak ada perubahan di atlet berarti gak fungsi pelatih ini,” ungkap Ketua KONI Jatim M Nabil.

Adapun beberapa kriterianya, kata Nabil, saat ini masih disusun oleh Tim Binpres, dan Minggu depan kriteria ini sudah jadi sehingga menjadi buku panduan. Apabila sudah jadi, KONI akan memanggil terlebih dahulu setiap pengurus cabang olahraga (cabor) akhir Juli ini.

BACA JUGA  Memutus Tradisi Fraud: Gresik Sabet Rekor WTP 11 Kali Beruntun di Tengah Badai OTT Jawa Timur

“Kita akan minta cabor mempresentasikan kesiapan menghadapi puslatda. Siapa pelatihnya, siapa atletnya, proyeksinya apa dan dasarnya apa memasukkan atlet itu harus jelas,” tuturnya.

Salah satu cabor voli pasir saat Porprov VII Jatim 2022

Sebelum merekrut atlet, KONI Jatim akan melakukan seleksi atau tes terhadap pelatih yang sudah direkomendasikan pengprovnya. “Seperti apa materi tes untuk para pelatih ini, tentunya yang paling utama adalah bagaimana dia bisa mempresentasikan program latihan yang bakal diterapkan terhadap atlet puslatda. Pelatih harus punya program dan semua harus tertulis, setelah ada kriteria lain yang sekarang hampir selesai disusun jadi buku panduan,” jelas Nabil.

Terkait perekrutan atlet, ia mengatakan, KONI Jatim memprioritaskan kepada para peraih medali di PON Papua lalu untuk masuk puslatda. Namun, akan dikonfirmasi ulang karena ada yang pindah daerah atau bahkan pensiun.

BACA JUGA  Sidoarjo Raih WTP 13 Kali Beruntun: Bukti Ketatnuya Tata Kelola di Tengah Pusaran Badai OTT Jawa Timur

Selain itu, setiap cabor juga diminta menyiapkan pelapis atlet yang ada dengan melakukan seleksi mandiri. “Setelah didapat nanti kan direkomendasikan ke KONI. Nanti kita akan tes ulang meliputi tes kesehatan, tes fisik dan tes psikologi,” jelasnya.

Meski sudah masuk Puslatda, namun atlet yang ada tidak dijamin bisa berlaga di PON karena akan dilakukan format promosi degradasi. Apabila ada yang atlet puslatda yang hasil tesnya atau kejuaraan jelek, maka bisa diganti dengan atlet yang lebih potensial meraih medali.(Ambari Taufiq)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.