Rabu, 22 April 2026, pukul : 08:45 WIB
Surabaya
--°C

Ekspor CPO Masih Terhambat, Tangki Penyimpanan CPO di Berbagai Tempat Penuh

JAKARTA-KEMPALAN: Ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) masih dalam kondisi yang seret sehingga menyebabkan tangki penyimpanan untuk CPO penuh.

Pemerintah di sisi lain sudah mengupayakan untuk membuka kembali keran ekspor CPO dan produk turunan lainnya sebagai salah satu upaya untuk menaikkan harga beli tandan buah segar (TBS) sawit petani yang masih berada di harga rendah. Namun, hingga saat ini belum ada arti yang signifikan.

Azmal Ridwan, Juru bicara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan, mengatakan bahwa tangki penyimpanan CPO penuh karena sulitnya pabrik kelapa sawit (PKS) untuk menjual CPO.

Pabrik kelapa sawit (PKS) sulit menjual CPO karena keadaan ekspor yang masih terhambat.

“Tiga hari sampai lima hari lagi kalau dibiarkan (tangki penyimpanan CPO) penuh. Itu masalah kita sekarang,” ujar Azmal.

Namun, di sisi lain para perusahaan CPO mengalami dilema karena jika produksi dilakukan dengan normal seperti biasanya akan membuat tangki penyimpanan semakin penuh dan jika penuh otomatis proses produksi akan dihentikan.

“Karyawan tidak bekerja, tapi tetap kita gaji. Karena bukan dia yang tidak bekerja, tapi kerjaannya yang kita setop,” ungkapnya.

Azmal mengatakan, sambil menunggu CPO terjual perusahaan sawit untuk saat ini terpaksa mengurangi proses produksi CPO-nya dengan cara mengatur jadwal panen TBS dari 7 hingga 8 hari menjadi 12 hari.

“Periode panen biasanya 8 hari, sekarang terpaksa 12 hari. Kalau kita genjot seperti biasa, begitu jadi CPO, tangkinya gak muat,” ucap Azmal.

Namun, jika hal tersebut dilakukan akan menimbulkan masalah baru khususnya dapat menurunkan kualitas pada TBS.

“Kalau 7-8 hari itu TBS masaknya normal. Tapi Kalau 12 hari, masaknya lebih. Bukan busuk sih, tapi masaknya lebih dan ini berpengaruh pada tingkat keasaman CPO yang meningkat,” kata Azmal.

“Kalau tingkat keasaman CPO-nya tinggi, maka harga CPO-nya anjlok. Jadi pengaruhnya besar terhadap harga,” tambahnya.

Kondisi tangki penyimpanan CPO penuh menyebabkan banyak PKS memilih untuk menurunkan jumlah produksi. Untuk menghadapi permasalahan tersebut pemerintah memberikan imbauan kepada pelaku usaha untuk harga TBS yang paling sedikit adalah seharga Rp1.600/kg.

“Kami berdialog dengan petani sawit mengenai apa saja permasalahan yang ada. Kami juga menyampaikan kepada para petani bahwa pelaku usaha telah diminta membeli TBS paling sedikit di harga Rp 1.600/kg,” ungkap Zulhas, Menteri Perdagangan, setelah berdialog dengan petani sawit.

Sedangkan, Suparmi, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan mengatakan bahwa kapasitas tangki CPO rata-rata tinggal 7 hari.

“Pabrik-pabrik industri hilir inilah yang bisa membantu pabrik CPO yang tidak punya industri turunan. Kita masih bersyukurlah ada industri turunan CPO. Tapi ya tetap tidak bisa langsung menolong PKS-PKS dan menaikkan harga TBS seperti semula,” ucapnya. (Okezone/Detik, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.