Rabu, 6 Mei 2026, pukul : 19:05 WIB
Surabaya
--°C

Menggagas Surabaya Kota Layak Anak Dunia

Jaminan ini juga berlaku untuk tumbuh kembang anak, ini artinya pemerintah Kota Surabaya harus juga menciptakan sistim pencegahan terjadinya kekerasan terhadap anak, misalkan adanya jaminan bahwa tidak boleh ada anak Surabaya yang tidak sekolah dan putus sekolah. Mekanisme pencegahan agar anak tidak putus sekolah harus dibangun, apabila sudah terjadi bagaimana penanganannya, dan kalau perlu bagaimana bagaimana membangun sistim pencegahan dengan kolaborasi antara pendidikan formal dan non formal. Keberanian pemerintah kota mengakomodir pendidikan non formal menjadi bagian pendidikan adalah sebuah terobosan baik dalam rangka mengatasi anak putus sekolah, dan saya kira inilah yang disebut sebagai Surabaya naik kelas sebagai kota layak anak.

BACA JUGA: Sudah Saatnya Surabaya Naik Kelas

Ada sebuah mekanisme sistem yang berjalan secara kolaboratif dan otomatis, ibarat sebuah sinyal maka semua sistem akan berbunyi bila menangkap ada permasalahan yang ada.

Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Arie Rukmantara, Kepala Perwakilan UNICEF Pulau Jawa, ” Bahwa penilaian KLA tidak sebatas pada jumlah kasus yang marak terjadi, tapi lebih kepada bagaimana cara penanganan oleh pemerintah setempat “, saat diadakan acara Rembuk Warga Kolaborasi Menuju Jogja KLA Istimewa di Jogjakarta, 6 Februari 2020.

Apa yang digagas oleh Walikota menjadikan Surabaya sebagai kota dunia yang maju, humanis dan berkelanjutan sejatinya senafas dengan apa yang disampaikan oleh kepala perwakilan UNICEF pulau Jawa.

Sehingga menjadi sebuah keniscayaan bagi UNICEF sebagai sebuah lembaga dunia yang menginisiasi perlindungan anak untuk memandu bagaimana Surabaya menjadi kota layak anak tingkat dunia.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.