BONDOWOSO-KEMPALAN: Hari pertama cabang olahraga (cabor) karate di pertandingkan di Kampus EDC Universitas Jember (UNEJ) di Bondowoso, Jumat (1/7)
David Sahirul Alim dan Diva Lailatul yang tanding hari pertama cabor Karate kurang beruntung. Mereka hanya menyumbang medali Perak.
Diva lailatu yang turun di kelas kata perseorangan putri harus puas dengan medali perak. Diva kalah di final dari karateka kota Kediri Paramitha Nurdea yang sekaligus meraih medali emas. Medali perunggu di raoh brrsama Azza Paramadhita asal Lamongan dan Putri Sharwana kota Surabaya.
Sementara David Sahirul Alim juga harus puas dengan medali perak. medali emas kelas kata perseorangan putra ini menjadi milik Muhammad Qidhirfath dari Kabupaten Jombang. Medali perunggu di raih bersama Rafky Prasetya Surabaya dan M Faiz Maulana Kota Probolinggo.
Ketua pengprov Forki Jatim, Samsul Muarif mengatakan, tujuan diadakan Porprov VII adalah untuk mencari bibit-bibit unggul.
Kemudian pemenangnya akan ditarik diseleksi daerah (selekda). Nantinya menuju PON 2024, Forki Jatim sudah memiliki atlet unggul,” kata Samsul saat ditemui di sela-sela pertandingan.
Sehingga tidak ada yang suka maupun tidak suka. Semua 22 perguruan di Jatim akan diakomodir, mulai wasit, jurinya, pengurusnya.
“Semua harus transparasi dan akuntabel tidak berpihak. Semua perguruan besar dan kecil akan kami akomodir,” kata Samsul.
“Di Jatim mempunyai 29 kabupaten kota Forki, cuma baru terbentuk 37 terbentuk Forki, satu belum terbentuk. “Di Porprov VII hanya 1 yang tidak ikut, yakni Situbondo tanpa alasan yang jelas,” pungkas Samsul. (Ambari Taufiq)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi