Senin, 29 Juni 2026, pukul : 11:38 WIB
Surabaya
--°C

Jasad Andra, Pengendara Sepeda Motor yang Jatuh di Sungai Tarik, Ditemukan Penyelam TNI AL

SIDOARJO-KEMPALAN: Jasad Andra Wendi Syaifudin, pengendara sepeda motor yang jatuh di Dam Kanal Sungai Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Kamis (23/6) sore, akhirnya ditemukan.

Jasad remaja 20 tahun tersebut, ditemukan oleh Tim SAR dari penyelam Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) TNI Angkatan laut Surabaya, di timur Dam di kedalaman 6 meter, tidak jauh dari titik lokasi jatuhnya korban.

Seperti yang telah diberitakan Kempalan, peristiwa nahas itu terjadi saat Andra dan Febri Karisma (23) yang berboncengan sepeda motor Honda CBR bernopol S 4644 NU, jatuh ke sungai saat melewati Dam Sungai Tarik, pada Kamis (23/6) sekitar pukul 15.15 WIB.

Diduga, keduanya tercebur ke Dam Sungai Tarik karena kaki salah satu korban terkait di pembatas pagar Dam. Akibatnya, sepeda motor yang dikemudikan Febri hilang kendali dan sepeda motor yang dikendarainya langsung meluncur ke sungai.

BACA JUGA: Dua Pengendara Sepeda Motor Jatuh ke Sungai, Satu Selamat, Satu Belum Ditemukan

BACA JUGA  Gerakan Rakyat Soroti 60 Ribu Calon Mahasiswa Gagal Kuliah: Tuntut Audit Total UKT

Beruntung, pada saat itu juga, Febri dan sepeda motornya bisa diselamatkan berkat pertolongan warga sekitar yang mengetahui kejadian itu. Sementara, Andra tenggelam dan baru ditemukan oleh Tim SAR dari penyelam Yontaifib TNI AL, Jumat (24/6) sekitar pukul 10.41 WIB.

Komandan Tim (Dantim) Yontaifib 2 Letda Mar Edi Tanzil mengatakan jika sembilan anggotanya dan tim lainnya sudah sejak Kamis (23/06) pukul 21.00 WIB melakukan pencarian. Namun setelah melakukan pencarian dan penyisiran hingga pukul 00.00 WIB korban tidak ditemukan.

Tim SAR dari Yontaifib TNI AL Surabaya.

“Karena malam hari, akhirnya kami menunda pencarian sampai keesokan harinya. Apalagi hingga dini hari korban (Andra) belum ditemukan. Padahal, tim sudah tiga kali melakukan penyelaman dengan tabung oksigen. Dua anggota menyelam dan satu anggota di atas sebagai pengendali,” ujarnya kepada awak media Jumat (24/06).

Lebih jauh Edi menjelaskan saat dilakukan penyelaman malam hari pandangan tim gabungan masih kabur dan terbatas. Karena itu, tim penyelam hanya bisa meraba-raba.

BACA JUGA  Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Sidoarjo Gelar Apel Pagi dan Olahraga Bersama Perkuat Soliditas Personel

“Karena pandangannya memang tidak terlihat jelas dan jarak pandang yang terbatas,” imbuhnya.

Selanjutnya, hari kedua pencarian Jumat (24/06), tim melanjutkan pencarian dengan metode penyisiran lagi. Tim menyelam dan menyisir sekitar 30 meter sisi timur kanan kiri dari titik korban terjatuh di dekat pintu air Dam.

“Hasilnya, alhamdulillah korban (Andra) ditemukan dalam kondisi tertelungkup dengan tidak memakai kaos di kedalaman enam meter. Seketika korban kami masukkan kantong jenazah dan diangkat ke atas sungai,” ungkapnya.

Jenazah korban kata Edi langsung dibawa ke rumahnya di Dusun Kangkungan, dan langsung disemayamkan ke tempat pemakaman umum Desa Lengkong, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Mojokerto

“Saat dibawa mobil ambulance jenazah korban didampingi keluarganya yakni paman korban sendiri,” pungkasnya. (Muhammad Tanreha)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.