Menu

Mode Gelap

kempalanalisis · 23 Jun 2022 14:18 WIB ·

Apakah Anda Sudah Kaget Hari Ini?


					Ilustrasi orang kaget (unsplash) Perbesar

Ilustrasi orang kaget (unsplash)

Oleh: Kholid A. Harras
Dosen FPBS Universitas Pendidikan Indonesia

KEMPALAN: Dalam tinjauan neurosains, kekagetan atau keterkejutan adalah suatu kondisi emosi sesaat yang disebabkan oleh timbulnya peristiwa yang tidak disangka-sangka atau bersifat spontan. Jadi kekagetan sejatinya tidak bisa direkayasa dan sering hanya berlangsung sekejap saja.

Akibat terjadinya kekagetan bisa membuat pelakunya merasa ketakutan, kebingungan, bahkan jika terus berulang bisa berujung  stres atau gejala kejiwaan buruk lainnya yang tidak diharapkan.

Alis mata yang sedikit naik, walau hanya sekejap, merupakan tanda yang paling lazim dan khas seseorang yang mengalami keterkejutan. Namun jika kadar keterkejutannya cukup tinggi, bisa diikuti oleh ekspresi kelopak mata yang terbelalak, kening berkerut, bahkan mulut dan rahang yang terbuka.

Sejatinya juga kekagetan merupakan milik semua makhluk hidup. Jadi tidak hanya dialami oleh manusia saja. Hewan dan tumbuhan bisa mengalaminya juga, termasuk berbagai dampak buruk yang mengiringinya.

Berdasarkan prolog di atas, mestinya kita tidak perlu kaget saat menyimak berita bahwa sejumlah petinggi negeri ini konon kembali mengalami kekagetan saat mendapati kenyataan di masyarakat antara yang kenyataan dengan harapan dirinya. Selain manusiawi  juga karena fenomena sindrom kaget yang melanda kalangan pejabat kita sepertinya sudah sangat lumrah. Jika masih ada orang yang masih terkaget juga, boleh jadi ia selama ini kurang banyak piknik di dunia jurnalistik.

Sekedar mengingatkan, beberapa contoh berikut merupakan warta kaget teranyar pada tahun 2022 yang terjadi di kalangan para petinggi negeri ini. Pertama, saat Presiden Jokowi  menyampaikan sambutan pada Peluncuran Sertifikat Badan Hukum Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan peresmian pembukaan Rapat Koordinasi Nasional BUMDesa, 20 Desember 2021. Saat itu diberitakan semua pejabat yang hadir tampak terkaget-kaget serta dibuat terdiam saat mereka mendengar data dari Presiden Jokowi bahwa jumlah total penyaluran dana desa sejak 2015 hingga saat ini sudah mencapai Rp 400,1 triliun.

Melihat banyaknya peserta rapat yang kaget dan terdiam, tampaknya Presiden Jokowi dibuat kaget juga. Sehingga Beliau merasa perlu mengemukakan kekagetannya, “Kok pada diem? Kaget? Rp 400,1 triliun?” tanya Presiden Jokowi kepada para peserta rapat.

Jadilah dalam peristiwa rapat yang menghadirkan para Kades dari berbagai pelosok negeri tersebut terjadi kekagetan berjamaah. Sayangnya  dari berbagai pemberitaan wartawan tidak ada investigasi mendalam ihwal fenomena yang sesungguhnya cukup ganjil tersebut.

Misalnya, perlu didalami betulkah peserta rapat koordinasi nasional tersebut kaget beneran, atau pura-pura kaget saja saat mendengar besaran fulus  dana desa yang telah digelontorkan oleh pemerintah sejak 2015 yang jumlahnya telah mencapai Rp. 400,1 triliun. Karena mestinya mereka mengetahuinya. Sebab bukankah para Sekdes dan para atasan Sekdes lah yang merupakan pihak-pihak yang menerima fulus tersebut. Jika benar mereka kaget beneran, berarti ada masalah serius ihwal pendistribusiannya selama ini.

Kedua, warta kekagetan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) kepada koleganya Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) yang baru saja dilantik sebagai Mendag. Menurut Cak Imin ia kaget mendengar Zulhas terkaget mendapati  harga barang yang naik. “Menteri baru kok akting tapi pakai kaget, barang sudah naik lama kok baru kaget,” tulisnya pada akun Twitter @cakimiNOW, dikutip Sabtu (18/6/2022).

Seperti diberitakan media, Zulhas yang baru dilantik pada Rabu (15/6), Kamis besoknya (16/6) konon melakukan sidak ke pasar Cibubur, Jakarta Timur. Setelah melihat sendiri dan mendapat banyak keluhan dari pedagang maupun masyarakat soal harga bahan pokok yang naik, kepada para awak media Zulhas mengaku kaget. “Saya terus terang shock juga karena pembelinya ngeluh, yang jual juga ngeluh. Terasa sekali memang beban hidup itu meningkat,” ujar Zulkifli Hasan.

Duet kaget dua Ketua Parpol tersebut tentu saja menuai beragam komentar masyarakat. Sejumlah orang bahkan menyebutnya sebagai dagelan yang sama sekali tidak lucu. Sebaliknya hanya mencari sensasi saja. Mereka sedang stand-up comedy laiknya. Alasannya, baik Cak Imin maupun Zulhas bukanlah orang baru dalam pemerintahan. Keduanya sama-sama pernah menjadi menteri saat pemerintahan presiden SBY.

Selain itu, perkara harga-harga  yang kini melambung tinggi di pasaran sesungguhnya telah lama terjadi. Dengan demikian, jika Zulhas tergaet-kaget melihat harga-harga kebutuhan pokok di pasar mahal, bisa dipastikan sebuah kekagetan pura-pura alias kaget setting-an. Begitu pula ketika Cak Imin merasa kaget melihat akting kekagetan Zulhas, sebenarnya berlebihan. Alasannya karena modus semacam itu lazim dilakukan oleh para pejabat di negeri ini. Boleh jadi termasuk dirinya saat menjabat menteri.

Sejatinya yang berhak untuk terkaget-kaget itu masyarakat kelas bawah, khususnya ketika mendapati kenyataan naiknya berbagai bahan kebutuhan hidup yang sudah tidak lagi bisa dijangkau oleh penghasilan mereka. Sedangkan pada saat yang sama  rakyat menyaksikan para petinggi negeri secara telanjang dan tidak tahu malu mengumbar ambisi politiknya menghadapi suksesi  serentak 2024 mendatang. Mereka saling hujat, saling fitnah dan sangat jauh dari nilai-nilai luhur Pancasila. Semua itu di mata orang waras tentulah menjadi hal yang mengagetkan.  Tapi karena sudah lazim, jadinya tidak lagi kaget. Ngomong-ngomong, apakah Anda sudah kaget hari ini?***

Editor: Reza Maulana Hikam

Artikel ini telah dibaca 104 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Beda Lumur Tinja, Antara Jakarta dan New York

1 Juli 2022 - 13:41 WIB

Sulitnya Kejar Warisan Rp737 Triliun

30 Juni 2022 - 16:17 WIB

Hasto dan Tukang Bakso

30 Juni 2022 - 11:49 WIB

Munculnya Guru Besar Rasa Buzzer

30 Juni 2022 - 07:35 WIB

Anies dan Holywings

29 Juni 2022 - 14:42 WIB

Pembunuh Sadis di Tangsel Terlacak Sinyal

29 Juni 2022 - 14:01 WIB

Trending di kempalanalisis