BOGOTA-KEMPALAN: Gustavo Petro, seorang mantan pemberontak berhasil memenangi pemilihan Presiden di Kolombia—yang telah berjanji akan membawa perubahan ekonomi dan sosial.
Petro, merupakan mantan pemberontak yang aktif dalam gerakan M-19—hingga pada akhirnya tertangkap namun tidak dipenjara karena mendapatkan amnesti.
Petro menang dalam pemilihan umum di Kolombia—yang kemudian menjadi momen bersejarah tidak hanya bagi Kolombia, namun juga Amerika Latin.
Pemilihan tersebut dilaksanakan pada Senin (20/6) yang kemudian menjadikan Petro menjadi Presiden Sayap Kiri pertama di Kolombia—sekaligus mantan pemberontak yang berhasil menjadi Presiden.
Ia berhasil menang dengan hasil suara 50,4%–sementara itu rivalnya bernama Rodolfo Hernandez mendapatkan 47,3%.
“Per hari ini, Kolombia akan berubah. Perubahan yang nyata dan mampu membimbing kami semua ke satu tujuan—politik yang berdasar dengan cinta, pengertian dan dialog” ucap Petro di depan pendukungnya di ibukota Kolombia, Bogota.
Pada saat ini, Pedro sudah maju menjadi calon presiden untuk ketiga kalinya—dan kemenangan dirinya menjadi rekor tersendiri karena negara Amerika Latin memiliki pemilihan umum yang progresif.
Pedro juga selalu berjanji membawa perubahan—dan sering kali berjuang untuk melawan ketidakmerataan dengan edukasi gratis, reformasi pensiun dan reformasi pajak tinggi.
Ia juga mengatakan bahwa perdamaian akan menjadi tujuan utamanya—karena dengan perdamaian, akan terwujud keadilan sosial, dan keadilan lingkungan.
Dalam pidato tersebut juga, Pedro yang berumur 62 tahun menyerukan persatuan kepada semua aspek masyarakat di Kolombia—dan bahkan ia akan menerima oposisi ke dalam pemerintahan untuk dapat ‘Membicarakan permasalahan di Kolombia’.
“Dari pemerintah ini, kami akan memulai apa yang belum pernah ada sebelumnya—yang hanya bisa dilalui oleh rasa hormat dan dialog. Kami akan mendengar semua masyarakat—yang terbungkam selama ini yaitu warga miskin, warga pribumi asli, perempuan dan pemuda” ucap Pedro.
Mantan Presiden sebelumnya yaitu Ivan Duque sudah memberikan ucapan selamat ke Pedro—dan rivalnya sudah menerima kekalahannya sembari mengatakan bahwa keputusan tersebut akan bermanfaat bagi semua rakyat Kolombia.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi