Sehingga bagi Nasdem yang selama ini dikenal sebagai partai pendukung pemerintah, tentu akan sangat berhati – hati dalam memilih sikap dan diksi, agar semangat perubahan tetap menjadi isu utama tanpa harus membuat pemerintah yang didukung merasa tersinggung.
Memilih tiga nama dengan komposisi seperti itu merupakan strategi cerdas sang Nakhoda. Pilihan tiga nama itu akan menjadikan Nasdem sebagai pemain kunci dalam perhelatan pilpres 2024.
Nasdem tentu tak ingin kehilangan momentum perubahan ini. Momentum ini akan menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi arah perubahan yang akan diraih oleh Nasdem.
Lalu arah perubahannya kemana? Kalau bicara misi politik maka melanjutkan yang sudah ada tentu tidak menjadi pilihan bagi Nasdem, karena semangat Nasdem di pemilu 2024 adalah meneguhkan komitmen kebangsaan. Nasdem ingin menjaga komitmen kebangsaan, yaitu menghadirkan kesejahteraan, persatuan dan keadilan.
BACA JUGA: Anies Diserang, Anies Semakin Disayang
Melanjutkan suasana kebangsaan yang terjadi hari ini, bangsa terbelah, korupsi merajalela, keadilan terperkosa, Oligarki dan pejabat berkolusi, tentu bukan menjadi pilihan.
Sehingga bisa dibaca bahwa pilihan Nasdem adalah mengawal suara perubahan yang diharapkan oleh rakyat.
Lalu suara perubahan itu akan mengerucut siapa? Tentu yang paling tahu adalah Nasdem, Surya Paloh dan Tuhan yang Maha berkehendak. Tapi dari ketiga nama yang diusung oleh Nasdem publik sangat paham siapa diantara ketiga nama itu yang menjadi bagian perubahan atau yang menjadi bagian oligarki saat ini yang akan melanjutkan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi