Minggu, 31 Mei 2026, pukul : 05:36 WIB
Surabaya
--°C

Jadi Pahlawan Krisis Nasi Ayam, Indonesia Siap Ekspor Ayam ke Singapura

JAKARTA-KEMPALAN: Setelah Malaysia melarang ekspor daging ayam sebanyak 3,6 juta per bulan ke Singapura, Indonesia bergerak untuk mendapatkan kesempatan emas dengan merebut pangsa pasar ayam Malaysia di Singapura.

Indonesia bisa menjadi pahlawan krisis ayam di Singapura melalui ekspor. Berdasarkan Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara (PPRN), Indonesia memiliki pasokan ayam yang melimpah.

Alvino Antonio, Ketua PPRN, mengatakan bahwa Indonesia memiliki peluang menggantikan pasar ekspor ayam Malaysia di Singapura karena memiliki kelebihan pasokan ayam sekitar per minggunya, yaitu mencapai 30 juta ekor ayam. Sedangkan, per bulannya kelebihan pasokan ayam mencapai 120 juta ekor.

“Potensi itu ada (untuk ekspor ke Singapura). Indonesia kan over supply sekitar per minggu itu sekitar 30 juta ekor ayam. Berarti tonase 45 juta kilo, kurang lebih sekitar 45.000 ton seminggu. Kalau sebulan itu sekitar hampir 180.000 ton. Berarti kan ini masih bisa diekspor,” kata Alvino.

BACA JUGA  Pecel Khas Jatim Tembus 7 Besar Salad Terbaik Dunia Versi TasteAtlas, Ini Komentar Khofifah

Indonesia siap melakukan ekspor ayam ke Singapura untuk menjadi pengganti Malaysia. Kementrian Pertanian mengatakan ia sedang melakukan pendekatan dengan pemerintah Singapura untuk ekspor ayam.

“InsyaAllah, saat ini lagi pembahasan G to G dan paralel dengan pembicaraan B to B,” kata Nasrullah Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan.

Nasrullah menambahkan, saat ini pihaknya sedang membahas mengenai teknis persyaratan kesehatan hewan, tetapi ia masih belum bisa menyampaikan berapa banyak ekor ayam yang akan diekspor Indonesia ke Singapura.

Pemerintah Malaysia memperkirakan pasokan dan harga ayam di Malaysia baru akan normal dalam waktu satu bulan. Namun, pemerintah Malaysia tidak mengatakan larangan ekspor ayam berlangsung sampai kapan.

Ismail Sabri Yaakob, Perdana Menteri Malaysia, mengatakan bahwa pemerintah Malaysia menganggap serius mengenai kenaikan harga dan pasokan ayam yang dirasakan oleh masyarakatnya.

Peternak ayam di Indonesia sangat yakin akan bisa menjadi pahlawan untuk Singapura dengan cara mengespor ayam untuk memenuhi kebutuhan pasokan unggasnya.

BACA JUGA  Iduladha 1447 H: DPD PAN Sidoarjo Tebar 700 Kantong Daging Kurban, Sasar Ojol dan UMKM

Namun, ada kendala yang dihadapi Indonesia jika mengekspor ayam ke Singapura, yaitu ekspor ayam Indonesia memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan Malaysia karena Harga Pokok Produksi (HPP) ternak Malaysia lebih rendah.

Indonesia memiliki HPP sekitar Rp16.000-17.000, sedangkan Malaysia HPP-nya sebesar Rp14.000-16.000.

Bahkan Ade M. Zulkarnain, Anggota Dewan Penasehat Pinsar Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia, mengatakan ayam di Indonesia merupakan salah satu yang termahal di dunia.

Ade menambahkan, harga ayam di Indonesia bisa mahal karena sebagian besar bahan baku dari pakan adalah impor dan jagung lokal memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan jagung impor.

Harga jagung di internasional dalam setahun terakhir naik hingga 10,8 persen dan gandum sebesar 57,9 persen. (Detik/CNBC/CNN, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.