Mahathir menyadari bahwa bangsa Melayu tertinggal dari bangsa lain seperti China, India, dan Eropa yang menjadi penduduk Malaysia. Karena itu Mahathir menerapkan kebijakan ‘’affirmative action’’ yang memberi privilege kepada etnis Melayu bumiputera dalam bentuk pemberian kredit murah dan pendidikan gratis. Dengan program ini Mahathir ingin supaya etnis Melayu bisa bersaing dengan etnis minoritas lain, terutama China.
Ketegangan etnis China dengan Melayu meledak menjadi kerusuhan anti-China yang meluas pada 1964. Ketika itu Singapura masih menjadi bagian dari Federasi Malaysia. Kerusuhan anti-China itu terjadi bertepatan dengan momen Maulud Nabi. Kerusuhan meluas tidak terkendali. Singapura kemudian memutuskan diri keluar dari federasi dan memerdekakan diri pada 1965.
Kecurigaan Singapura terhadap etnis Melayu Islam masih tetap hidup sampai sekarang. Kecurigaan yang sama juga terjadi terhadap Indonesia. Ketika B.J Habibie menjadi presiden menggantikan Soeharto, Singapura ketakutan karena melihat Habibie akan membawa gerbong Islam dalam pemerintahannya.
Singapura tidak mengucapkan selamat atas terbentuknya pemerintahan Habibie. Hal ini dianggap sebagai sinyal bahwa Singapura tidak suka terhadap pemerintahan Habibie yang demokratis. Habibie menyulut insiden diplomatik dengan menyebut Singapura sebagai ‘’the little red dot country’’ negara titik kecil merah.
Selama puluhan tahun Singapura tidak mempunyai hubungan ekstradisi degan Indonesia. Karena itu kemudian Singapura disebut sebagai surga bagi pelarian Indonesia. Para pengemplang pajak dan koruptor bersembunyi dengan aman di Singapura. Baru pada 2021 Indonesia dan Singapura menandatangani perjanjian ekstradisi, dengan kompensasi Singapura diberi hak kontrol atas wilayah udara Indonesia Batam dan Riau.
Insiden UAS membelah netizen Indonesia menjadi dua kubu pro dan kontra. Tetapi UAS mempunyai pendukung yang luas di Riau dan Kepulauan Riau. Pemerintah Indonesia dan Singapura harus menjelaskan insiden ini supaya tidak berkembang menjadi insiden yang lebih luas. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi