Kedua negara sangat mementingkan pengembangan kerja sama ekonomi lebih lanjut, dan dalam hal ini saling mendukung peningkatan dan perluasan kerangka hokum secara timbal balik. Pada tahun 2020, omset perdagangan kedua negara berada di angka sebesar 31 juta dolar AS. Namun, dengan adanya kontak erat baru-baru ini antara otoritas pemerintah terkait dan perusahaan antar kedua negara, mulai tahun 2021 telah terjadi peningkatan yang signifikan baik ekspor energi ke Indonesia maupun omset perdagangan antara kedua negara. Selama tahun 2021, omset perdagangan antara kedua negara berada di angka sebesar 174.107.000 dolar AS, di mana 169.783.700 dolar AS di antaranya adalah ekspor minyak dari Azerbaijan ke Indonesia. Sebagian besar ekspor Azerbaijan ke Indonesia adalah minyak mentah dan produk minyak mentah dari mineral bitumen, sedangkan bahan impor utama dari Indonesia adalah minyak sawit mentah, minyak kelapa, bahan kayu (kayu), panel multilayer, tekstil, kopi dll.
Pembentukan dan peningkatan kerja sama antara kalangan akademis kedua negara juga merupakan salah satu bidang penting yang tetap menjadi fokus utama. Sejak 2012, Center for Indonesian Studies beroperasi di Azerbaijan University of Languages (AUL) dan berhasil mempromosikan bahasa dan budaya Indonesia di Azerbaijan. Selanjutnya, sejak 2018, Azerbaijan memberikan beasiswa untuk semua jenjang pendidikan tinggi di berbagai universitas di Azerbaijan bagi warga negara anggota OKI dan Gerakan Non-Blok di mana Indonesia juga menjadi anggota organisasi tersebut.
Bidang prioritas kerja sama lainnya antar kedua negara adalah pendalaman ikatan budaya. Budaya memainkan peran sebagai jembatan yang menyatukan orang dan bangsa. Oleh karena itu, sejak tahun 2016 hingga tahun 2019, Indonesia menggelar 4 festival budaya di Baku, ibu kota Azerbaijan. Azerbaijan juga berencana untuk menyelenggarakan Pekan Budaya Azerbaijan pertama di Indonesia, pada tahun 2020. Sayangnya, karena merebaknya pandemi Covid-19 dan aturan pembatasan kegiatan/bepergian, rencana itu ditunda. Namun demikian, kami berharap setelah berakhirnya pandemi Covid-19, Azerbaijan dapat mewujudkan acara budaya tersebut. Seiring dengan itu, setelah berakhirnya situasi pandemi, Azerbaijan dan Indonesia memiliki rencana besar untuk mengadakan acara berikutnya di bidang politik luar negeri, energi dan pariwisata.
Harus digarisbawahi bahwa Azerbaijan dan Indonesia memiliki banyak kesamaan, terutama perihal masyarakat dan sosial budaya. Kedua negara berbagi tradisi milenium multikulturalisme dan toleransi. Di sisi lain, agama adalah nilai bersama yang paling penting yang dimiliki oleh kedua masyarakat kita. Bahkan, bahasa Azerbaijan dan bahasa Indonesia memiliki banyak kata dan frasa yang umum karena Islam.
Berbicara tentang kedekatan budaya dan ikatan agama, kita tidak dapat melewatkannya tanpa menyentuh kedekatan sejarah antara Azerbaijan dan ndonesia. Menurut sejumlah ulama terkenal, Maulana Malik Ibrahim, yang merupakan salah satu dari Sembilan Wali Songo pertama dan bersama dengan saudaranya Maulana Ishak, memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di seluruh pulau Jawa dan wilayah lain di Indonesia saat ini. Beliau berasal dari Azerbaijan. Ini adalah bukti bahwa hubungan antara kedua negara dimulai enam abad yang lalu, sejak abad ke-15. (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi