
Catatan: Hambali Rasidi, kontributor kempalan.com
KEMPALAN-Bupati Sumenep punya panggilan baru. Lora Achmad Fauzi.
Panggilan lora disampaikan Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Tsaquf atau Gus Yahya saat membuka Simposium Peradaban NU yang bertempat di Pendopo Keraton Sumenep, Sabtu, 5 Maret 2022.
Pada awal sambutan, seperti biasa Gus Yahya menyapa sejumlah ulama yang ikut hadir. Seperti, KHR. Ahmad Azaim Ibrohimy (Sukorejo), KH. Marzuqi Mustamar (PW NU Jatim), dan KH. D. Zawawi Imron (Budayawan asal Sumenep)
Selanjutnya, Gus Yahya menyapa Sekjen PBNU Saifullah Yusuf. Saat giliran menyapa Bupati Sumenep Achmad Fauzi. Gus Yahya memanggil ‘Ra’, penggalan dari panggilan Lora (putra kiai).
“Yang Terhormat, Pak Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi,” sapa Gus Yahya.
Karuan saja, panggilan ‘Ra’ dari Gus Yahya kepada Bupati Sumenep itu disambut tepuk tangan para hadirin. Mendengar sapaan gelar ‘Ra’, Bupati Achmad Fauzi terlihat tersenyum sambil mengangguk-angguk.
Kekagetan undangan di acara itu mendengar panggilan lora untuk Bupati Achmad Fauzi sebuah hal wajar. Publik selama ini mengenal Bupati Sumenep sebagai kader banteng. Bukan putra dari seorang pengasuh pesantren.
Achmad Fauzi sebagai Ketua DPC PDI-P Sumenep sebelum menjabat Bupati Sumenep lewat Pilkada 2020.
Orang Sumenep mengerti jika Achmad Fauzi sebagai keponakan MH Said Abdullah (Ketua Banggar DPR RI). Tepatnya, Achmad Fauzi dari keluarga etnis Arab di Sumenep.
Meski dari etnis Arab. Achmad Fauzi tak memiliki nasab habib (keturunan hingga Rasulullah). Achmad Fauzi lahir dari rahim seorang ibu bernama ‘Ainun, perempuan dari Bani Baghraf.
Dari jalur ayah. Achmad Fauzi merupakan putra seorang aktivis GP Ansor, organisasi pemuda NU. Slamet Wongsoyudo.
Nama Slamet Wongso cukup dikenal di Kabupaten Sumenep. Semasa muda, dia dikenal sebagai aktivis pemuda Ansor. Pada masa tua, Slamet Wongso dikenal sebagai politisi PPP.
Achmad Fauzi kini menjabat Mustasyar MWCNU Batuan. Meski menjabat Bupati, ia rela mengabdi di NU pada level kecamatan.
Sikap Achmad Fauzi seperti ingin meniru mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan yang juga memilih aktif di organisasi NU meski pada level (desa) ranting.
Dahlan Iskan tak segan memakai kaos bertuliskan Ranting Idaman yang disertai gambar lambang NU saat acara Harlah NU ke 99 di salah satu kantor media di Surabaya awal Februari lalu.
Pernyataan Dahlan Iskan disampaikan KH Imam Ghazali Said, Pengasuh Pesantren Mahasiswa Wonocolo, Surabaya di status di akun facebooknya merespon sikap Dahlan Iskan yang mengaku senang jadi pengurus NU.
“Di antara kekuatan NU yang nyariis tak diperhitungkan adalah “kerelaan” mayoritas elit warganya yang tak ingin jadi pengurus tingkat PB, PW, PC, MWC. Dahlan Iskan sang raja pers Indonesia dan mantan menteri BUMN sangat menikmati jadi Pengurus Ranting NU daripada jadi Pengurus PBNU. Ini pelajaran penting dari beliau,” tulis Kiai Ghazali.
Nama Achmad Fauzi masuk di struktur NU tak banyak orang ngerti. Dan Achmad Fauzi tak banyak mengeskpose keaktifan dirinya di struktur NU.
Namun, ada beberapa aktivis NU, seperti H Shadik (eks Kadisdik) dan M Eksan (Kadisparbudpora) yang membenarkan jika Bupati Sumenep aktif di NU Kecamatan Batuan di posisi mustasyar.
Bupati Achmad Fauzi saat ditanya wartawan soal namanya masuk di pengurus NU Kecamatan Batuan hanya membalas dengan senyuman dan kalimat singkat. “Bagian dari pengabdian kepada umat,” ucapnya singkat, suatu ketika.
Darah NU, Bupati Achmad Fauzi jelas mengalir dari ayahandanya. Hanya baru ditampakkan melalui dinding rumahnya di Torbang dengan menaruh ukiran besar lambang NU.
Begitu kata kura-kura dalam perahu. Gus Yahya pun memanggil Bupati Sumenep Achmad Fauzi dengan sebutan ‘Ra’ (Lora). (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi