LOSAIL-KEMPALAN: Seri pembuka MotoGP tahun ini sudah dimulai dari Grand Prix Qatar, Minggu (6/3). Pebalap Gresini Racing MotoGP Enea Bastianini juga sudah menahbiskan dirinya di Lusail International Circuit sebagai yang tercepat.
Dua pekan ke depan, fokus para pebalap MotoGP pun langsung tertuju ke Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah. Maklum, arti Sirkuit Mandalika bukan lagi sekadar sirkuit debutan dalam ajang MotoGP.
Sirkuit Mandalika akan menjadi tempat pelampiasan bagi pebalap-pebalap yang dipecundangi di MotoGP Qatar oleh Bastianini. Sebut saja pebalap dari Repsol Honda Team Pol Espargaro. Pada saat Grand Prix Qatar, Pol hanya mampu finis di urutan ketiga.
BACA JUGA: Pecahkan Rekor Tercepat Mandalika, Ini Kunci Espargaro Tembus Trek Kotor
Pol masih berada di belakang Bastianini dan pebalap Red Bull KTM Factory Racing Brad Binder yang membuntuti Bastianini. Pebalap yang berkebangsaan Spanyol itu masih berjarak 1,351 detik di belakang Bastianini.
Makanya, Pol pun ingin menebus kegagalannya merebut pole position dan finis terdepan dalam Grand Prix Qatar ketika bertolak menuju ke Mandalika akhir pekan nanti. Memori selama berada di Mandalika dalam tes pramusim kedua tiga pekan lalu pun berkecamuk di pikirannya.
Ketika itu Pol mencatatkan catatan waktu terbaiknya dalam 1 menit 31,060 detik. Itu termasuk di rekor tercepat di Sirkuit Mandalika. ’’Ya, aku bergembira akan pergi ke sana. Tetapi, aku tidak pernah memikirkan lagi apa yang akan terjadi besok di Mandalika,’’ kata pebalap tertua di dalam gelaran MotoGP ini.
BACA JUGA: Dari Mandalika, Pol Espargaro Konfiden Bidik Race di Lusail
’’Aku yang pertama ada di Mandalika dan mendapatkan feeling race pace yang baik, dan sedkit lebih cepat. Kemudian, aku akan berkata ‘Oke tunggulah sampai ke balapan pertama lalu lihatlah apa yang dapat aku lakukan dari balapan kali ini,’’ tutur Pol Espargaro.
Dia pun konfiden bisa menggenggam poin tambahan lebih besar dalam lawatan ke Rusia kali ini pada musim 2022. Bukan hanya datang sebagai penggembira. Melainkan juga sebagai tempat wisata dan harapan ambisi.
Seperti mimpi-mimpi Pol Espargaro setiap kali datang setelah dia beristirahat. ’’Setiap kali aku terbangun dari tidurku, aku bermimpi datang sebagai juara dunia. Aku akan memperjuangkannya (juara dunia) bersama Honda,’’ tegas Espargaro. (Bike Sport News, Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi