Puisi karya Rayhandi ini nampaknya tepat sebagai pelecut semangat bagi mereka yang masih terpasung dan ragu membebaskan diri dari belenggu. Mas Anies ibarat burung, adalah burung rajawali yang kepak sayapnya luar biasa kuat, namun sekuat apapun kepak sayap yang dimiliki, kalau tak terbang tak akan ada yang mengerti betapa gagahnya sang rajawali.
BACA JUGA: Anies Tak Bisa Dibendung Lagi
Ya… Mas Anies hari ini memang gagah dan luar biasa dengan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat, Rakyat Jakarta tahu itu dan rakyat Jakarta merasakan itu. Tapi apakah mereka yang berada jauh dari Jakarta juga merasakan, tentu tidak. Mereka juga ingin merasakan kebaikan dan keadilan yang engkau semai di Jakarta. Mas Anies sekarang harus berani menegaskan saya bukan hanya milik Jakarta, saya adalah milik Indonesia, dan saya harus terbang dan sapa, sentuh dan peluk mereka.
Mas Anies terbanglah di relung-relung hati rakyat Indonesia, rakyat mendambakan kebijakan keadilan yang kau hadirkan di ruang ketiga. Rindu rakyat akan Indonesia yang berkeadilan, Indonesia yang menyejahterakan, Indonesia yang damai, mestinya engkau raih dan genggam, tapi sayangnya, tanganmu tak sampai, karena engkau hanya terdiam di tempatmu, Mas Anies terbanglah, dekati mereka yang ada di pelosok-pelosok desa, kampung dan pasar-pasar, di majelis-majelis taklim, mereka tahu engkau baik, tapi mereka tak dekat, sapalah mereka, rengkuhlah mereka, raihlah mereka, genggam tangan mereka, peluk pundak mereka, pastilah hati mereka akan merasa dekat.
Mas Anies senyummu hanya ada di Jakarta, mereka rakyat nun jauh di pelosok pelosok negeri, hanya memandang dari kejauhan, sentuhlah mereka, dekati mereka dan sapa mereka.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi