Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 10:51 WIB
Surabaya
--°C

Pesantren dan Terorisme, Narasi Tendensius Memecah Belah Bangsa

Ujung dari setiap usaha ini adalah monsterisasi Islam. Stigmatisasi Islam ini dimaksudkan untuk menimbulkan Islamphobia di kalangan kaum muslim sendiri. Simbol-simbol keislaman dicurigai sebagai simbol terorisme dan digantikan dengan simbol-simbol modern ala Barat. Syiar-syiar Islam dianggap penghasutan. Tontonan-tontonan porno dianggap kewajaran dan hiburan.

Barat begitu sadar bahwa kesadaran Islam telah merebak di seluruh penjuru dunia. Kegalauan atas carut marut kehidupan ala sekularisme telah mendorong kerinduan terhadap Islam rahmatan lil’alamin. Ini dibuktikan oleh hasil sejumlah survei yang menyatakan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia menginginkan Islam menjadi sumber nilai dan hukum di negeri ini.

Islam sendiri adalah agama sempurna yang diturunkan Allah melalui Nabi Adam hingga Nabi Muhammad yang bertujuan untuk menebarkan rahmat bagi alam semesta. Meski demikian Islam sejak lahirnya selalu diwarnai berbagai bentuk permusuhan dari orang-orang yang anti Islam.

BACA JUGA  Langkah Perikanan Prabowo: Rawan Kejeblos Lagi

Nah, oleh sebab itu, narasi BNPT ini pada ujungnya bisa juga menambah berkembangnya Islamophobia di kalangan masyarakat awam. Namun penting diketahui bahwa umat Islam hari semakin cerdas memilih antara kebenaran dan opini. Saya yakin umat Islam Indonesia semakin menyadari akan pentingnya membela Islam dari berbagai narasi dan tuduhan yang tendensius dan berpotensi memecahbelah umat dan bangsa. Yakinlah bahwa pesantren adalah tempat yang baik dan akan menghasilkan generasi yang baik pula, jauh dari tuduhan radikalisme apalagi terorisme.

Daniel Muhammad Rasyid menegaskan bahwa kumandang agenda Barat “war on terror” sejak peristiwa pemboman WTC 9/11 sudah berubah menjadi “war on muslim”. Lalu lahir semburan narasi Islamophobia di mana-mana, termasuk di negeri yang mayoritas sukunya mengaku muslim.

BACA JUGA  Mengungkap Kisah Lee Man Fong Dalam “Bison Padang Sunyi”, Melacak Jejak Sang Maestro di Balik Layar

Negeri yang selama ini aman dan damai disertai kehidupan antar-agama yang pernah menjadi contoh bagi dunia, mulai retak terganggu dengan ketegangan antar pemeluk agama. Bahkan sebagian kelompok Islam tertentu bertindak lebih jauh menjadi sedemikian tolerannya sehingga memusuhi sesama muslim yang berbeda. Ummat Islam terpecah belah, yang selama ini abangan makin ketakutan menampakkan diri sebagai muslim. (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.