TEGUCIGALPA-KEMPALAN: Honduras melantik presiden perempuan pertamanya, Xiomara Castro di tengah-tengah upacara yang dihadiri oleh ribuan orang di stadion utamanya di Tegucigalpa, ibukota negara Amerika Tengah itu.
Pelantikan itu dilaksanakan pada Kamis (27/1). Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris juga hadir dalam pelantikan itu dan bertemu dengan Castro usai pelantikan. Keduanya membahas tentang “akar permasalahan dari migrasi, melawan korupsi dan memperluas peluang ekonomi.”
Dalam sebuah pernyataan, Kamala Harris menerima fokus Presiden Castro untuk melawan korupsi dan impunitas, termasuk keinginannya untuk meminta bantuan PBB dalam membentuk komisi anti-korupsi internasional dan komitmen untuk mengembangkan reformasi perundang-undangan agar komisi semacam itu dapat terbentuk.
Melansir Voice of America, beberapa permasalahan lain yang menjadi fokus dari pemerintahan Castro nanti adalah kejahatan, kemiskinan, dan korupsi pejabat. AS yang mencari sekutu di wilayah itu sangatlah mendukung Castro.
Castro memenangkan kursi kepresidenan dalam upayanya yang ketiga ini. Sebelumnya, ia adalah ibu negara dari Manuel Zelaya, Presiden Honduras yang digulingkan dalam kudeta militer pada tahun 2009.
Namun, jalan Castro menuju kursi kepresidenan tidak mulus. Pada waktu menuju pelantikannya, terjadi pertengkaran di tubuh parlemen pada Jumat (21/1), yang mana anggota legislatif dari Partai Libre protes karena ada yang mendadak mengajukan Jorge Calix sebagai presiden kongres sementara.
Ketika Calix akan disumpah, para anggota legislatif yang menjadi loyalis Xiomara berteriak dan memaksa masuk ke dalam podium. Hal ini menyebabkan Calix melarikan diri ketika terjadi dorong-mendorong dan pukul-memukul. (VoA, Muhammad Nurilham)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi