Selasa, 28 April 2026, pukul : 02:56 WIB
Surabaya
--°C

Pendidikan Anak Ibarat Tanah Liat

Ir. Abdurrahman Baraja

Tokoh Pendidikan dan Dakwah, tinggal di Surabaya

KEMPALAN: Seorang anak dalam kehidupannya membutuhkan pendidikan sekaligus pengajaran. Tentunya harus ada keseimbangan konsumsi yang dibutuhkan anak, antara kebutuhan pendidikan dan pengajaran.

Pada masa kanak-kanak dibutuhkan konsumsi lebih pada pendidikan. Lebih dominan ketimbang pengajaran.

Orientasi pendidikan pada masa kanak-kanak diharapkan menumbuhkan sikap kejujuran, kedisiplinan, kebersihan, kepemimpinan, akhlak yang baik, memiliki kepekaan sosial dengan lingkungan, taat beribadah, dan perangai terpuji lainnya. Sehingga kehadirannya bermanfaat bagi yang lain.

Keuntungan mendinikan pendidikan dibanding pengajaran, itu bisa diilustrasikan sebagai berikut:

— Usia anak itu seperti “tanah liat”. Karenanya, masih mudah dibentuk sesuai apa yang diinginkan. Akan tetapi jika tanah itu sudah mengeras, pastilah sulit untuk dibentuk menjadi pola yang diinginkan.

Sedang pengajaran lebih sebagai asesoris, setelah bentuk yang diinginkan sudah tampak terlihat.

— Pendidikan dapat meningkatkan kecerdasan.
Anak akan lebih mudah mengkonsumsi pengajaran, karena pada anak sudah terbentuk jiwa juang yang tinggi, penuh kedisiplinan, kejujuran, keberanian, dan sikap-sikap baik lainnya.

Mengenyam pendidikan bukan hanya bisa didapat anak di sekolah saja. Akan tetapi pendidikan anak di rumah, baik secara kuantitas dan kualitasnya bisa lebih banyak didapat ketimbang yang biasa ia dapatkan di sekolah. Itu bisa dilihat dari bagaimana anak mampu merekam suasana tempat tinggalnya dengan baik. Peran dan kewajiban orang tua di rumah terhadap pendidikan anaknya tidak kecil. Dan itu dalam pembentukan karakter sang anak.

Sedang yang paling dibutuhkan dalam keberhasilan pendidikan itu lebih pada bagaimana kompentensi yang dipelajari oleh anak itu disadari sebagai kebutuhan. Bukan sebagai beban.

Sedikit banyak kita telah mengenal pentingnya mengenyam pendidikan.

Sedang mengenyam pengajaran, itu meliputi pelajaran matematika, Fisika, Kimia , Biologi, ilmu-ilmu humaniora, dan lainnya.

Sering orang tua dihadapkan pada kesalahan memberi porsi antara pendidikan dan pengajaran, yang dibutuhkan anak tidak seimbang.

Biasanya orang tua akan merespon langsung kekurangan sang anak dalam hal pengajaran. Dan itu dengan langsung mendatangkan guru private untuk mengejar ketertinggalan pada mata pelajaran si buah hati. Tetapi mayoritas orang tua justru abai melihat kekurangan akan Pendidikan anaknya. Misal seputar istinja’, wudhu, sholat, kualitas membaca Al-Qur’an sang anak. Pada masalah-masalah ini, justru dibebankan pada sekolah. Seolah surga bagi sang anak diserahkan pada sekolah.

Bersepakatlah menjadikan anak-anak kita menjadi tidak semata orang pandai, tapi juga dituntut jujur dalam semua aspek kehidupan.

Disamping itu, senatiasa berdoa guna kemaslahatan anak-anak kita, baik di dunia maupun di akhirat. Itu yang mesti terus kita kumandangkan. Wallahu a’lam(*)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.