Menu

Mode Gelap

kempalanmanca · 8 Nov 2021 17:07 WIB ·

CEO Pfizer Kena Hoaks Ditangkap FBI, Dituduh Palsukan Data dan Menyogok


					Albert Boula-Reuters Perbesar

Albert Boula-Reuters

WASHINGTON D.C-KEMPALAN: Tersebar berita hoaks bahwa CEO Pfizer yaitu Albert Boula ditangkap dirumahnya sendiri di kawasan Scarsdale, New York pada Jumat Pagi waktu setempat. Ia ditangkap oleh FBI dan dikenakan beberapa pasal yang berkaitan dengan tindakan penipuan. Namun, beberapa media besar seperti Forbes dan juga Kominfo telah memastikan bahwa berita tersebut merupakan berita hoaks.

Dalam berita hoaks tersebut, Albert Boula dikenai pasal penipuan karena tindakannya menipu konsumen mengenai data efektivitas vaksin COVID-19. Pfizer dibawah kepemimpinannya dituduh melakukan pemalsuan data dan membayar sogokan dalam jumlah besar.

Kemudian berdasarkan salah satu agen FBI yang tidak bernama menjawab pertanyaan dari media Conservative Beaver, ia mengatakan bahwa Pfizer berbohong mengenai efektivitas vaksin COVID-19 buatannya dan memberikan sebuah kesalahan mengenai adanya efek samping dari vaksin tersebut. Kemudian juga Pfizer dituduh melakukan tindakan penyogokan kepada pemerintah setempat dan media-media yang ada untuk dapat tetap diam.

Sebelumnya, mitra Bourla ketika melakukan riset telah memberikan adanya peringatan kepada dirinya mengenai kejadian tersebut. Kemudian juga whistleblower (Terj: Pelapor Pelanggaran) dalam perusahaan tersebut yaitu Brook Jakson dipecat karena berupaya untuk menghentikan upaya kecurangan tersebut.

Namun, berdasarkan Forbes yang mengatakan berita tersebut hoaks, Forbes mengatakan bahwa media Conservative Beaver melakukan klaim yang tidak mendasar. Tidak ada bukti yang mendukung dibalik adanya info penangkapan, penipuan hingga pemecatan whistleblower.

Kemudian juga pada bulan Oktober awal, dunia Twitter diramaikan dengan adanya #PfizerGate dengan adanya upaya untuk menguak semua kecurangan serta kejanggalan dari Pfizer terlebih lagi dalam kaitannya dengan Vaksin COVID-19 buatannya.

Di bulan Oktober juga, Project Veritas merilis sebuah video seri berjudul “PfizerLeaks”. Selanjutnya, terdapat whistleblower lainnya yang memberikan sebuah rahasia bahwa perusahaan tersebut menggunakan sel fetus yang baru diaborsi dalam vaksin buatannya. Pfizer dikabarkan masih merahasiakan informasi tersebut dari publik.

Oleh karena itu, dalam akhir artikel yang dibuat oleh Forbes, tertuliskan bahwa Conservative Bearer tidak menyediakan bukti yang aktual serta tidak dapat memberikan sebuah fakta yang ada.

Lalu siapa yang berbohong? Siapa yang menyogok dan apa alasannya? Apakah agen FBI tersebut hanya fiktif?

(Conservative Beaver/ Forbes, Muhamad Nurilham)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Ukraina Sebut ada Upaya Kudeta, Rusia Terlibat Dibaliknya

28 November 2021 - 13:24 WIB

Presiden Zelensky-BBC

Varian Omicron Sudah Masuk ke Beberapa Negara Eropa

28 November 2021 - 13:02 WIB

Ilustrasi COVID-19 di Britania Raya-AAtR

WHO Sebut Varian Baru COVID yaitu Omicron Sebagai Kekhawatiran Baru

28 November 2021 - 12:41 WIB

Varian baru COVID-19 yaitu Omicron-DW

Terlalu Nyaman Lockdown, Taiwan Ragu untuk Buka Diri ke Dunia Internasional

28 November 2021 - 12:19 WIB

Ilustrasi COVID-19 di Taiwan-TEMPO

Laos Berharap Ekonomi Bertumbuh dari Rel Kereta buatan Tiongkok

28 November 2021 - 11:54 WIB

Kereta Tiongkok-Laos-InfrastructureReview

Nicolas Maduro Kunjungi Kuba untuk Rayakan Kematian Fidel Castro

26 November 2021 - 17:13 WIB

Nicolas Maduro-CNN
Trending di kempalanmanca