Senin, 22 Juni 2026, pukul : 20:21 WIB
Surabaya
--°C

CEO Pfizer Kena Hoaks Ditangkap FBI, Dituduh Palsukan Data dan Menyogok

Albert Boula-Reuters

WASHINGTON D.C-KEMPALAN: Tersebar berita hoaks bahwa CEO Pfizer yaitu Albert Boula ditangkap dirumahnya sendiri di kawasan Scarsdale, New York pada Jumat Pagi waktu setempat. Ia ditangkap oleh FBI dan dikenakan beberapa pasal yang berkaitan dengan tindakan penipuan. Namun, beberapa media besar seperti Forbes dan juga Kominfo telah memastikan bahwa berita tersebut merupakan berita hoaks.

Dalam berita hoaks tersebut, Albert Boula dikenai pasal penipuan karena tindakannya menipu konsumen mengenai data efektivitas vaksin COVID-19. Pfizer dibawah kepemimpinannya dituduh melakukan pemalsuan data dan membayar sogokan dalam jumlah besar.

Kemudian berdasarkan salah satu agen FBI yang tidak bernama menjawab pertanyaan dari media Conservative Beaver, ia mengatakan bahwa Pfizer berbohong mengenai efektivitas vaksin COVID-19 buatannya dan memberikan sebuah kesalahan mengenai adanya efek samping dari vaksin tersebut. Kemudian juga Pfizer dituduh melakukan tindakan penyogokan kepada pemerintah setempat dan media-media yang ada untuk dapat tetap diam.

Sebelumnya, mitra Bourla ketika melakukan riset telah memberikan adanya peringatan kepada dirinya mengenai kejadian tersebut. Kemudian juga whistleblower (Terj: Pelapor Pelanggaran) dalam perusahaan tersebut yaitu Brook Jakson dipecat karena berupaya untuk menghentikan upaya kecurangan tersebut.

Namun, berdasarkan Forbes yang mengatakan berita tersebut hoaks, Forbes mengatakan bahwa media Conservative Beaver melakukan klaim yang tidak mendasar. Tidak ada bukti yang mendukung dibalik adanya info penangkapan, penipuan hingga pemecatan whistleblower.

Kemudian juga pada bulan Oktober awal, dunia Twitter diramaikan dengan adanya #PfizerGate dengan adanya upaya untuk menguak semua kecurangan serta kejanggalan dari Pfizer terlebih lagi dalam kaitannya dengan Vaksin COVID-19 buatannya.

Di bulan Oktober juga, Project Veritas merilis sebuah video seri berjudul “PfizerLeaks”. Selanjutnya, terdapat whistleblower lainnya yang memberikan sebuah rahasia bahwa perusahaan tersebut menggunakan sel fetus yang baru diaborsi dalam vaksin buatannya. Pfizer dikabarkan masih merahasiakan informasi tersebut dari publik.

Oleh karena itu, dalam akhir artikel yang dibuat oleh Forbes, tertuliskan bahwa Conservative Bearer tidak menyediakan bukti yang aktual serta tidak dapat memberikan sebuah fakta yang ada.

Lalu siapa yang berbohong? Siapa yang menyogok dan apa alasannya? Apakah agen FBI tersebut hanya fiktif?

(Conservative Beaver/ Forbes, Muhamad Nurilham)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.