Senin, 1 Juni 2026, pukul : 07:20 WIB
Surabaya
--°C

Pertama di Jatim, Mahasiswa Teknobiologi UBAYA Disertifikasi HACCP

SURABAYA-KEMPALAN: Mahasiswa Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA) diharapkan setelah lulus memiliki kompetensi prima sesuai bidang keahliannya serta berkesempatan disertifikasi profesional sejak kuliah. Karena itu, Fakultas Teknobiologi menggelar sertifikasi profesi Penyusunan Dokumen Hazard Analysis and Critical Control Point  (HACCP) bagi para mahasiswanya secara daring melalui Zoom, Sabtu (16/10/2021).

Teknobiologi UBAYA pun menjadi satu-satunya Fakultas Teknobiologi di Jawa Timur yang mensertifikasi HACCP mahasiswanya sejauh ini. HACCP adalah jaminan mutu industri pangan yang didasari pengendalian bahaya pangan pada tahap produksi tertentu.

“Sertifikasi HACCP merupakan jaminan bahwa seseorang maupun perusahaan yang bergerak di bidang pangan melakukan segala prosedur untuk meyakinkan produk pangan yang diproduksi aman dikonsumsi. Prosedur tersebut dijalankan berdasarkan HACCP,” terang Marcella Reina, mahasiswi Program Studi Biologi Fakultas Teknobiologi UBAYA, yang juga salah seorang peserta sertifikasi HACCP.

Mahasiswi asal Semarang ini mengungkapkan, sertifikasi HACCP terstandarisasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). “Harapan saya mengikuti sertifikasi HACCP tentunya untuk membekali diri dengan ilmu mengenai HACCP, sehingga kelak dapat diimplementasikan pada dunia kerja. Mahasiswa Teknobiologi yang mengikuti sertifikasi dapat bertambah kompetensinya dan menjadi nilai tambah mencari pekerjaan setelah lulus,” papar pemilik indeks prestasi 3,756 ini.

BACA JUGA  Langit Jingga Tugu Pahlawan! Hangatkan Cangkrukan Sore di Senja Budaya Surabaya

Adapun sertifikasi HACCP di Teknobiologi UBAYA dibina oleh dosen Yayon Pamula Mukti, S.TP., M.Eng.  “Pak Yayon mengundang pakar di bidang HACCP dan auditor dari TUV NORD Indonesia, Ibu Anita Widyanti Nugroho, S.TP., M.P. untuk mengajarkan penyusunan dokumen HACCP. Saat kelas, Pak Yayon juga membimbing dengan jelas dan detail mengenai cara menyusun dokumen HACCP dari awal hingga akhir sebagai bekal ilmu bagi kami saat menjalani sertifikasi HACCP,” cerita Marcella.

Perempuan yang sering mengikuti program kreativitas mahasiswa Ristekdikti itu pun merasa bersyukur bisa mengikuti sertifikasi HACCP. “Harapan saya, bagi seluruh mahasiswa Fakultas Teknobiologi UBAYA yang mengikuti sertifikasi, semoga kami dapat mengimplementasikan segala ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan di dunia kerja kelak…,” kata dia.

Kuliah tamu HACCP dengan peserta puluhan mahasiswa Fakultas Teknobiologi UBAYA oleh auditor dari TUV NORD Indonesia, Anita Widyanti Nugroho, S.TP., M.P.

Bermanfaat bagi Industri

Sementara itu, Yayon mengungkapkan kalau sertifikasi HACCP memang disambut antusias mahasiswa Teknobiologi UBAYA. “Banyak mahasiswa yang semangat ikut. Aktivitas ini juga merupakan bagian upaya Teknobiologi UBAYA memenuhi Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi yang ditetapkan dalam program kampus merdeka Kemendikbud. Sertifikasi berlangsung setiap Sabtu pada 16, 23, dan 30 Oktober 2021 secara daring. Jumlah peserta 66 orang mahasiswa Fakultas Teknobiologi peserta mata kuliah Regulasi Bioindustri dan Pengendalian Mutu,” terang Yayon.

BACA JUGA  Idul Adha, Yona Bagus Salurkan 41 Hewan Kurban

Yayon menerangkan, dengan mendapatkan sertifikat profesi penyusunan dokumen HACCP yang terstandarisasi BNSP, mahasiswa akan dipastikan memiliki kompetensi dalam melaksanakan pengelolaan hygiene dan sanitasi, serta mampu mendesain dan mendokumentasikan prinsip HACCP dalam penerapan keamanan pangan di industri pangan.

“Sebagian besar lulusan Teknobiologi UBAYA akan bekerja di industri yang sebagian besar menerapkan sertifikasi HACCP dalam melakukan penjaminan mutu. Pihak industri dan mahasiswa akan mendapat benefit jika mahasiswa memiliki sertifikat profesi penyusunan dokumen HACCP. Mahasiswa akan mudah beradaptasi saat bekerja di industri yang menerapkan sistem jaminan mutu HACCP,” papar Yayon.

Sertifikasi HACCP ini, kata Yayon, merupakan kerjasama Teknobiologi UBAYA dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan yang  telah terlisensi BNSP.

“Dalam mempersiapkan sertifikasi profesi, mahasiswa mata kuliah Regulasi Bioindustri dan Pengendalian Mutu telah dibekali workshop dan kuliah tamu tata cara penyusunan dokumen HACCP dan CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik). Pemateri kuliah tamu tidak sembarangan, mereka adalah asesor HACCP dan CPPOB dari lembaga akreditasi internasional,” pungkas Yayon. (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.