Doha-Kempalan: Anggota Senior Taliban bersamaan dengan perwakilan dari AS telah berdiskusi untuk membuka lembaran sejarah baru dalam konteks relasi kedua negara untuk pertama kalinya setelah minggatnya pasukan AS dari Afghanistan.
Pertemuan yang dilakukan di Doha pada Jumat (8/10) menjadi pertemuan resmi dan formal bagi AS-Taliban untuk pertama kalinya setelah Taliban berkuasa di Afghanistan serta minggatnya pasukan AS dari Afghanistan.
Pihak Taliban yang diwakili oleh Amir Khan Muttaqi yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri mengatakan bahwa pihaknya berfokus kepada bantuan kemanusiaan serta adanya implementasi dari perjanjian yang telah Taliban tanda tangani dengan AS pada tahun lalu.
Kemudian, Amir Khan Muttaqi juga meminta AS untuk mengangkat semua sanksi yang diberikan kepada Taliban terlebih lagi terkait simpanan yang ada di bank sentral Afghanistan. Ia kemudian mengatakan bahwa AS akan memberikan vaksin kepada rakyat Afghanistan untuk membantu memerangi pandemi COVID-19.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa pertemuan tersebut tidak menjadi sebuah tanda bahwa AS akan mengakui serta melegitimasi Taliban sebagai pemimpin resmi dan legal dari Afghanistan. Pihak AS menyebut bahwa pertemuan tersebut sebagai kelanjutkan dari adanya dialog pragmatis untuk kepentingan nasional AS.
Juru bciara Kementerian Luar Negeri AS juga mengatakan bahwa prioritasnya masih tidak berubah yaitu memberikan keamanan seluas-luasnya bagi warga Afghanistan, warga AS dan lainnya untuk dapat pergi secara aman dari Afghanistan. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa pihaknya memaksa Taliban untuk segera menghormati HAM warga Afghanistan termasuk perempuan dan anak-anak serta pembentukan adanya pemerintahan yang inklusif.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi