Tindakan AS untuk menjalin kembali relasi dengan Yordania dan Suriah dianggap penting untuk tetap mempertahankan eksistensinya di Timur Tengah serta sebagai upaya integrasi negara-negara Arab. Namun, tidak dapat diketahui apa yang akan terjadi selanjutnya.
AS telah lama tidak memiliki keberadaan diplomatik resmi di Suriah sejak tahun 2012. Sebelumnya, Suriah memiliki komitmen yang besar untuk dapat menumpaskan ISIL serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada warganya sendiri.
Negara-negara Arab juga memutus hubungan diplomatik dengan Suriah sejak terjadinya Perang Sipil di Suriah yang diperkirakan menurut PBB, terdapat 350,000 nyawa melayang. AS bersamaan dengan negara-negara mitra di Timur Tengah termasuk Qatar, Arab Saudi dan lainnya memutus hubungan juga dengan Suriah.
Pada tahun 2018, Uni Emirat Arab telah menjalin kembali hubungan diplomatik dengan Suriah. Yordania dan Lebanon juga telah mendesak AS untuk segera normalisasi relasi dengan Suriah pada tahun-tahun sebelumnya. (Aljazeera, Muhamad Nurilham)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi