London-Kempalan: Duta Besar Tiongkok untuk Britania Raya dilarang untuk berbicara di Parlemen Britania dikarenakan Tiongkok memberikan sanksi kepada sembilan orang yang merupakan politikus, pengacara hingga dosen karena berbicara mengenai pelanggaran HAM Uighur di Xinjiang.
Lindsay Hoyle, juru bicara House of Commons atau Majelis Tingkat Rendah serta John McFall, juru bicara House of Lords atau Majelis Tingkat Tinggi mengatakan bahwa perkataan Zheng Zeguang, Dubes Tiongkok untuk Britania Raya sangat tidak sopan dan pada akhirnya Parlemen Britania Raya memutuskan untuk melarang Zeguang untuk berbicara sejak hari Selasa (14/9).
“Biasanya kami mengadakan pertemuan dengan berbagai Dubes dari seluruh dunia dengan tujuan untuk menciptakan serta mempererat hubungan antara negara tersebut dengan Parlemen,” ucap Hoyle.
“Namun saya rasa bahwa tidak sopan dan pantas bagi Dubes Tiongkok untuk bertemu dan berbicara di Parlemen kami setelah negaranya memberikan sanksi kepada beberapa warga negara kami” ucap tambahnya.
Tiongkok memberikan sanksi kepada Britania Raya, AS dan Uni Eropa karena dikatakan “Berkoordinasi” untuk melawan pemerintah Tiongkok dalam permasalahn Uighur. Beberapa anggota Parlemen Britania Raya memimpin beberapa kampanye yang isinya meminta beberapa perusahaan Britania Raya untuk memutus investasinya karena Tiongkok terlibat dalam genosida dan pelanggaran HAM berat.
Tim Loughton, salah satu yang dikenakan sanksi yang merupakan politikus dari Partai Konservatif mengatakan bahwa ia menerima secara penuh sanksi tersebut.
Pihak Parlemen Britania Raya mengatakan bahwa Dubes Tiongkok tersebut akan dilarang untuk berbicara di depan parlemen selama sanksi tersebut masih ada.
Tindakan tersebut memunculkan beberapa kontradiksi di dalam internal Parlemen karena terdapat beberapa pihak yang menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan demokrasi.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi