TOKYO-KEMPALAN: Haven Shepherd seperti sudah terbangun dari mimpinya. ’’Saya baru saja mengenakan jas saya, dan saya melihat sekeliling dan saya berkata: Wow, saya tak memiliki bekas luka di seluruh tubuh saya. Hanya kaki saya yang tak ada,’’ kenang Shepherd.
Shepherd merupakan perenang kelahiran Vietnam yang mewakili AS dalam Paralimpiade 2021 di Tokyo. Dia selalu menganggap hidupnya penuh dengan keajaiban. Kurang dari 16 tahun lalu, saat usianya masih 14 bulan, dia selamat dari ledakan bom bunuh diri.
Bukan bom bunuh diri karena situasi politik. Melainkan bom bunuh diri yang dilakukan ibunya sendiri. Dalam ceritanya, Shepherd pun menyebut ayahnya berselingkuh ketika itu. Atas dasar itulah kedua orang tuanya melakukan bunuh diri bersama dengan mengikatkan bom.

Tidak hanya ayah dan ibunya, begitu pula kepada Shepherd yang masih bayi. ’’Wanita di Vietnam tidak dapat menceraikan suaminya, dan karena keadaan mereka berpikir hal terbaik di dalam situasi seperti ini adalah bunuh diri sekeluarga,’’ kenang Shepherd.
’’(Gara-gara ledakan bom bunuh diri) Saya terlempar sejauh 40 kaki dari tempat ledakan itu, dan semua kerusakan terjadi pada kaki saya,’’ sambung perenang yang turun di gaya ganti perorangan 200 meter putri Paralimpiade itu.
Sejak saat itulah Shepherd harus menerima kenyataan bahwa kedua kakinya diamputasi sejak dia masih bayi. Dia pun tak punya orang tua lagi. Hingga pada akhirnya dia diadopsi oleh sebuah keluarga dari Carthage, Missouri, AS.
Pasangan Rob dan Shelly yang membawanya ke Negeri Paman Sam. Dari kolam renang yang ada di halaman belakang keluarganyalah Shepherd belajar berenang. Sejak umur 10 tahun dia sudah mengikuti perlombaan.
Paralimpiade 2021 Tokyo jadi ajang pertamanya. Memori muram masa lalunya itu yang dianggapnya sebagai pembentuk jiwanya sekarang ini. Setiap dia mengingat masa lalunya, yang ada dalam pikirannya hanya ibunya.
’’Saya harus menjalani kehidupan yang luar biasa ini. Saya di sini, di Paralimpiade. Saya harus datang ke sini dengan masa kecil yang luar biasa,’’ tutur Shepherd yang juga aktif sebagai model itu.
Kekuatan dari dalam dirinya itu yang membentuk jiwanya saat ini. Bukan hanya jiwanya ketika di kolam renang, begitu pula di luar kolam. Selain menjadi model, Shepherd juga tercatat sebagai motivator sekaligus duta untuk orang-orang yang harus menghabiskan hidupnya dengan bagian tubuh diamputasi.
Dalam motivasinya, dia selalu menyebut dua kakinya yang diamputasi adalah salah satu hadiah terbedar dalam hidupnya. Itu bukan soal kecacatannya. ’’Dan saya akan katakan kepada semua orang yang melihat saya, hei, kami ada!’’ tegas Shepherd. (Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi