BANGKOK-KEMPALAN: Thailand sedang mengembangkan vaksinnya sendiri yang diberi nama ChulaCov. Vaksin ini sudah memasuki fase 1 uji coba kepada manusia.
Hasil dari uji coba tersebut memperlihatkan vaksin dapat membantu merangsang respon antibodi yang sama dengan vaksin buatan perusahaan AS Pfizer yang bekerja sama dengan BioNTech dari Jerman. Namun kelebihannya adalah vaksin lokal ini dapat disimpan lebih mudah.
Para peneliti berupaya agar vaksin lokal ini mulai dapat digunakan pada tahun depan. Hal itu akan digunakan untuk suntikan penguat bagi penduduk Thailand.
Fakultas Kedokteran Universitas Chulalongkorn bersama dengan Rumah Sakit Raja Chulalongkorn mengumumkan hasil awal dari fase 1 uji coba dari ChulaCov itu.
Direktur Pusat Vaksin Chula, Kiat Ruxrungtham mengatakan menyampaikan fase 1 dilakukan kepada 36 sukarelawan yang berumur 18-55 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa ChulaCov mampu merangsang antibodi sekuat vaksin buatan Pfizer. Kandidat vaksin itu 94 persen manjur mencegah penularan virus corona agar tidak menempel di sel manusia.
Berkenaan dengan gejala, melansir National News Bureau of Thailand, semua sukarelawan hanya menghadapi gejala ringan dan sedang yang mulai mereda usai 1-3 hari.
Para peneliti menyimpulkan, vaksin itu juga mampu mencegah penyakit parah yang dihasilkan oleh virus corona, juga manjur terhadap seluruh varian corona.
Dalam perkara penyimpanan dan transportasi, vaksin ini diklaim tidak serumit yang dibutuhkan untuk vaksin buatan Pfizer. Ia bisa disimpan pada suhu 2-8′ C selama tiga bulan.
Setelah ini, ChulaCov akan memasuki uji coba tahap 2 yang akan melibatkan lebih banyak sukarelawan. Apabila semua tahap uji coba berhasil dan lancar, vaksin ini akan dipakai mulai April 2022.
Dr. Kiat juga menyatakan bahwa penelitian vaksin ChulaCov ini membutuhkan pendanaan lagi dan meminta pihak berwenang untuk mempertimbangkan protokol otorisasi vaksin yang baru. (NNBT, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi