STOCKHOLM-KEMPALAN: Nama Greta Thunberg melejit sebagai seorang remaja yang gigih dalam aktivisme lingkungan. Ia tanpa mengenal lelah memperkenalkan pada dunia bahwa perubahan iklim itu berbahaya dan memberitahu pula sebab-musababnya.
BBC memperlihatkan sejumlah fakta menarik mengenai Greta, yang mana ia mulai unjuk rasa di depan parlemen Swedia ditahun 2018, saat itu umurnya baru 15 tahun. Dalam unjuk rasanya, ia berusaha menekan pemerintah untuk memenuhi sasaran emisi karbon.
Tindakan Greta itu membuatnya terkenal bersama dengan hashtag #FridayForFuture. Pada akhir 2018, lebih dari 20.000 siswa dari berbagai belahan dunia mengikuti gerakannya dengan membolos sekolah sebagai bentuk protes. Ia juga dinominasikan pada Hadiah Nobel Perdamaian ditahun 2019.
Pada tahun 2019 itulah ia berlayar menuju konferensi iklim PBB di New York dan memarahi para pemimpin dunia bahwa mereka belum berupaya maksimal dalam penanggulangan krisis lingkungan. Ia juga pernah disuruh Donald Trump untuk “membenahi masalah manajemen amarahnya” dan dideskripsikan oleh Putin sebagai remaja “yang baik tapi kurang informasi.”

Karena tindakannya yang berani dan upayanya yang mulia, ia bertemu dengan sejumlah tokoh terkemuka, mulai dari mantan wakil presiden AS yang mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian karena memperkenalkan perubahan iklim, Al Gore, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau bahkan bertemu dengan Paus Fransiskus.
Aktivis remaja ini juga sempat mengkritik Amazon karena menghancurkan ribuan barang yang tidak terjual. Ia memperingatkan mengenai gelombang panas yang melanda beberapa bagian dunia serta seringkali mengkritik pemimpin dunia karena tidak cepat tanggap dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup dan perubahan iklim.
Akhir-akhir ini, Thunberg memfokuskan dirinya pada permasalahan vaksin, dimana ia merasa pembagian vaksin di dunia masih belum terdistribusi dengan baik. Ia bahkan mendonasikan 100.000 Euro (sekitar dua milyar rupiah) kepada Program COVAX dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Yayasan Greta Thunberg. (BBC/TI/TIME, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi