Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 09:51 WIB
Surabaya
--°C

Khofifah Resmikan Stasiun Pengisian Oksigen Gratis untuk Masyarakat Isoman dan Isoter Covid-19 di Malang Raya

MALANG-KEMPALAN: Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan ikhtiar untuk menangani penyebaran Covid-19. Salah satunya, dengan membuat tempat pengisian oksigen gratis untuk pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (Isoman) dan isolasi terpusat (isoter) serta ambulans.

Tempat pengisian oksigen gratis bagi pasien isoman / isoter Covid-19 ini sebelumnya telah dilaunching bagi warga Surabaya di Kantor Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan bagi warga Sidoarjo di halaman Kantor Samsat Sidoarjo.

Hari ini, Senin (26/7), Gubernur Khofifah Indar Parawansa kembali meresmikan tempat pengisian oksigen gratis untuk masyarakat wilayah Malang Raya yang melakukan Isoman Covid-19 di halaman Bakorwil Malang.

Peresmian ditandai dengan pemutaran regulator oksigen oleh Gubernur Khofifah didampingi Wali Kota Malang Sutiaji, Bupati Malang Sanusi, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Dabrem 083 Baladika Jaya, dan Direktur RSSA Malang serta penyerahan tabung secara simbolis kepada masyarakat.

Isi ulang oksigen yang beroperasi 24 jam secara gratis ini dapat dimanfaatkan masyarakat yang melakukan Isoman maupun isoter. Selain itu, ambulans yang membutuhkan isi ulang oksigen juga dapat memperolehnya secara gratis.

Persyaratannya, masyarakat terlebih dahulu mengisi formulir secara online melalui website infocovid19.jatimprov.go.id. Di Website tersebut diharapkan bisa mencantumkan hasil PCR Test atau Swab Antigen bagi yang belum sempat menjalani PCR namun sudah membutuhkan supply oksigen.

Setelah itu, masyarakat yang sudah mendapatkan tiket bisa datang ke stasiun pengisian di lokasi pada waktu yang telah ditentukan. Termasuk membawa bukti PCR Test atau swab Antigen serta tabung berukuran 1 meter kubik.

Selain itu, Pemprov Jatim juga menyediakan Call Center di Nomor 1500117 atau menghubungi narahubung untuk wilayah Malang Raya dengan Melyana Dwi di nomor 0852 0485 8072, Rizka Hayuna di nomor 0813 3026 1333, dan Iradian di nomor 0856 5655 5155.

Khofifah menjelaskan bahwa stok oksigen saat ini dinilai cukup. Hanya kecepatan dari pemenuhan dari kebutuhan itu harus semuanya proaktif. Karenanya, ia berharap akan lebih banyak lagi tempat pengisian oksigen gratis untuk pasien yang isoman.

“Hari ini kita punya stok oksigen masih cukup besar untuk didistribusikan secara gratis kepada masyarakat yang sedang isoman/ isoter. Bagi warga Malang Raya bisa memanfaatkan fasilitas isi ulang oksigen gratis sesuai syarat yang ada dengan membawa tabung kapasitas berukuran 1 meter kubik,” jelasnya.

Khofifah menambahkan, pihaknya masih  bisa menyiapkan tempat  pengisian oksigen secara gratis untuk masyarakat yang sedang melakukan isoman/isoter di tempat lain. Namun yang perlu menjadi perhatian dan penting adalah adanya operator pengisian oksigen.

“Di tempat lain asal ada operatornya, maka untuk segala sesuatunya nanti BPBD Provinsi Jatim bisa segera menyiapkan isi ulang oksigen secara gratis lebih banyak bagi masyarakat,” tandas orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Lebih lanjut Khofifah menyampaikan, pembukaan tempat pengisian oksigen gratis ini bukan hanya karena ketersediaan oksigennya saja, tetapi keberadaan operator yang harus dikoordinasikan dengan keagenan oksigen di daerah setempat.

“Jika ada yang punya jejaring butuh oksigen, yang terpenting aperatornya. Insya Allah kita pada kondisi yang cukup untuk bisa memberikan supply oksigen. Karena ada CSR BUMN yang kita ingin dedikasikan lebih banyak untuk isi ulang oksigen gratis,” ujar Khofifah.

Ke depannya, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim mengusahakan pengisian ulang oksigen secara gratis juga diperuntukkan bagi pasien yang berada di tempat isolasi terpusat (isoter) Covid-19 dengan tabung oksigen ukuran 6 m3. Ini penting karena menurutnya yang melakukan Isoter belum tentu memiliki tabung oksigen atau silinder.

Khofifah menyebut, secara bertahap stasiun pengisian oksigen gratis akan didirikan di beberapa kabupaten dan kota lainnya di Jatim. Beberapa hal teknis yang dibutuhkan untuk mendirikan stasiun pengisian oksigen, seperti kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) juga disiapkan. Dimana SDM yang dibutuhkan harus memiliki skill untuk mengoperasikan proses isi ulang oksigen.

“Karena itu, bagi kabupaten dan kota lain yang sudah mengajukan, kami sedang berkoordinasi dengan tim teknis yang memiliki skill khusus untuk melakukan pengisian secara aman dengan SOP yang terjaga, seperti yang diberlakukan oleh distributor atau agen isi ulang oksigen,” kata Khofifah.

Di akhir,  Khofifah berharap dengan adanya stasiun pengisian oksigen gratis ini akan membantu proses penyembuhan para pasien Covid-19 yang sedang melakukan isoman. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.