Rabu, 27 Mei 2026, pukul : 08:20 WIB
Surabaya
--°C

Jokowi End Game

KEMPALAN: Presiden Joko Widodo suka mengutip kisah-kisah film untuk memberi gambaran mengenai sebuah situasi. Dalam sebuah kesempatan, Jokowi menyebut nama Thanos, tokoh antagonis dalam film layar lebar ‘’Avengers: Infinity War’’, yang menghancurkan separoh populasi dunia dengan batu sakti ‘’Infinity Stones’’.

Pada kesempatan lain, Jokowi mengutip kalimat ‘’Winter is Coming’’ dari film seri ‘’Games of Thrones’’, untuk menggambarkan datangnya musim dingin yang buruk, sebagai perlambang buruknya kondisi ekonomi dunia akibat resesi.

Mungkin Jokowi ingin terlihat keren dan dianggap gaul. Ia ingin dianggap suka mengikuti perkembangan film-film populer yang menjadi box office, dan film-film serial televisi yang populer dan berkualitas bagus.

Paling tidak, Jokowi terlihat lebih keren dibanding Mahfud MD, yang sukanya menonton sinetron Ikatan Cinta. Atau paling tidak Jokowi membuktikan bahwa dia tidak cuma suka baca Sinchan dan nonton Dora Emon.

Dalam pidato di World Economic Forum on ASEAN di Hanoi, Vietnam 12 September 2018, Jokowi menyebut kondisi perekonomian dunia saat ini mengarah ‘’perang yang tak terbatas’’ atau Infinity War, mengacu pada film, ‘’Avengers: Infinity War’’.

Winter is coming, salah satu adegan dalam Game of Thrones

Dalam film tersebut ada sosok jahat bernama Thanos yang ingin memusnahkan setengah populasi bumi. Jokowi menggambarkan dirinya sebagai ‘Avengers’ bersama kepala negara lain, yang siap untuk melawan Thanos untuk mencegahnya supaya tidak menghancurkan dunia.

Pada kesempatan lain Jokowi kembali membuat referensi dari dunia hiburan. Saat berpidato di pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF), 2019, ia mengutip kalimat ‘’Winter is Coming’’ (musim dingin telah datang), untuk mengibaratkan kondisi ekonomi global.

Kalimat itu merupakan kutipan terkenal dari film seri Game of Thrones yang tayang di HBO. Serial ini bercerita tentang perebutan takhta dalam benua bernama Westeros yang dipimpin satu koalisi kerajaan besar.

Pemegang kekuasaan kerajaan bisa berganti, namun singgasana tidak bisa berganti. Singgasana itu terbuat dari ribuan pedang yang ditempa dengan api naga sehingga menjadi The Iron Throne.

Setiap kerajaan, disebut sebagai House.

Yang memegang kekuasaan The Iron Throne bertugas memerintah tujuh wilayah Westeros. Agar mudah memerintah, pada setiap wilayah ditunjuk satu Great House untuk memerintah kerajaan-kerajaan kecil di wilayahnya.

Alih-alih sejahtera dan makmur, satu sama lain Great House malah bersengkongkol dan saling perang untuk menguasai The Iron Throne. Segala intrik politik dilakukan. Pada saat bersamaan sedang muncul ancaman besar dari wilayah paling utara yang disebut Beyond The Wall.

Ancaman itu berupa sejenis wabah dalam bentuk musim salju berkepanjangan yang membawa banyak kematian pasukan. Ancaman itu datang dari dua raja, yaitu White Walker dan Night King yang punya kesaktian ilmu salju. Setiap manusia yang disentuh White Walker atau Night King akan berubah menjadi salju dan mati kedinginan. Gejala kematian itu disebut sebagai Wights. Itulah yang menyebabkan The House diingatkan bahwa ‘’Winter is Coming’’.

Jokowi bangga bahwa prediksinya mengenai ‘’winter is coming’’ menjadi kenyataan. Dunia sekarang menghadapi resesi yang membuat semuanya menggigil. Ekonomi Indonesia pun ikut menggigil karena winter is coming membawa resesi.

Prediksi Jokowi mengenai perang melawan Thanos juga menjadi kenyataan. Kali ini Thanos muncul dalam bentuk pagebluk Covid 19 yang mengancam nyawa jutaan populasi dunia. Kalau Thanos dibiarkan merajalela tidak mustahil dia bisa membunuh separoh penduduk dunia.

Sewaktu berpidato di Vietnam Jokowi menyebut dirinya sebagai salah satu super hero anggota Avengers. Entah Jokowi mirip super hero siapa. Yang jelas, sekarang ini para super hero dunia sedang kelimpungan menghadapi keganasan Thanos.

Dalam kisah serial Avengers ‘’Infinity War’’ para super hero itu gagal mencegah kerusakan masal yang diakibatkan oleh ulah Thanos. Thanos punya senjata batu sakti mirip batu Ponari. Bedanya, batu Ponari diyakini bisa menyembuhkan penyakit, batu sakti Thanos yang disebut ‘’Infinity Stones’’ justru menghancurkan umat manusia. Dengan sekali jentikan ujung jari, Thanos bisa memusnahkan separoh populasi bumi, dan membunuh siapa saja.

Setelah kemusnahan itu, serial berlanjut dalam ‘’Avengers: Endgame’’ (2020). Para Avengers berkumpul untuk berkoalisi melawan Thanos. Namun, kesedihan, keputusasaan, dan ketidakberdayaan masih tetap menyelimuti para pahlawan super. Endgame didominasi potret kehancuran di bumi usai Thanos memusnahkan separuh populasi dunia.

Endgame menceritakan para Avengers seperti Iron Man, Thor, Black Widow, dan lainnya yang berusaha mengumpulkan kekuatan untuk mengalahkan Thanos.

Digambarkan, Hawk Eye, salah satu anggota Avengers, sedang berekreasi bersama keluarganya. Namun bencana menimpa karena tiba-tiba keluarganya lenyap akibat jentikan jari Thanos.

Scene berpindah keluar angkasa. Iron Man dan Nebula tampak dalam keadaan kritis karena pesawat mereka terombang-ambing diluar angkasa, persediaan makanan dan bahan bakar mulai menipis, dan dalam beberapa hari akan habis.
Sadar akan keadaan yang tidak memungkinkanya selamat, Iron Man membuat rekaman untuk markas Avengers dan terbaring di kursinya dalam keadaan kritis. Dalam keadaan kritis ia tetap berharap bisa kembali ke bumi.

Di markas Avengers para anggota yang tersisa masih terhuyung-huyung karena kekalahan dari Thanos. Para anggota Avengers mencoba mencari tahu siapa saja orang di bumi yang menjadi korban jentikan Thanos dengan senjata sakti Infinity Stones.

Mereka menyusun rencana untuk mencari Thanos dan mengalahkannya untuk mengembalikan orang-orang yang telah dilenyapkan dengan menggunakan Infinity Stones. Rencana pun dijalankan para Avengers menyerbu ke tempat Thanos berada.

Thanos diperlihatkan sedang berada di ladang membawa makanan yang dipanen untuk dibawa kerumahnya. Thanos yang terlihat terluka karena perang melawan Avengers, sedang dalam kondisi lemah. Ia dikejutkan oleh serangan para Avengers. Thanos berhasil ditaklukkan. Namun Avengers terkejut karena tidak bisa menemukan Infinity Stones pada Thanos.

Thanos mengatakan bahwa ia telah melenyapkan Infinity Stones sehingga rencananya tidak mungkin bisa dirusak. Manusia yang sudah musnah tidak mungkin bisa dikembalikan. Marah akan hal itu Thor membunuh Thanos dan Avengers dengan putus asa kembali ke bumi. Rencana mereka untuk memulihkan bumi belum berhasil.

Para Avengers di seluruh dunia sekarang tengah kebingungan menghadapi Thanos yang menjelma menjadi pandemi Covid 19 yang makin mengerikan. Meskipun Thanos sudah mati tapi kutukannya masih terus bergentayangan membawa maut. Para Avengers harus menemukan Infinity Stones dalam bentuk vaksin yang ampuh supaya bisa mencegah kehancuran yang lebih besar.

Jokowi siap melawan Thanos

Jokowi menghadapi dua front pertempuran besar secara simlutan sekarang ini. Pertempuran melawan pandemi ibarat pertempuran menghadapi Thanos dalam ‘’Avengers: The End Game’’, dan perang menghadapi resesi ekonomi adalah perang melawan kekuatan Beyond the Wall dalam ‘’Game of Thrones’’.

Dua-duanya musuh yang sangat berbahaya dan sulit ditaklukkan. Kekalahan menghadapi Thanos akan membawa kematian masal yang mengerikan. Kekalahan melawan pasukan Beyond the Wall akan membawa kehancuran ekonomi. Jokowi harus membayarnya dengan kehilangan singgasana The Iron Throne.

Kunci menghadapi Thanos adalah menemukan Infinity Stones, batu sakti ala Ponari. Tujuh butir batu Infinity Stones itu adalah vaksin anti-Covid 19 yang sekarang sedang diproduksi. Terbukti bahwa Thanos punya kesaktian hebat dalam menghadapi berbagai jenis vaksin itu. The Infinity Stones, batu yang betul-betul sakti dan mujarab, ada di tangan Thanos sendiri. Vaksin anti virus yang paling sakti ada di tangan si pencipta virus itu sendiri.

Ancaman yang tak kalah dahsyat adalah ancaman dari Beyond the Wall dalam bentuk resesi ekonomi. Dimana-mana sekarang rakyat sudah mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Pasukan Beyond the Wall sangat sulit dibendung.

Rencana demo besar-besaran ‘’Jokowi: Endgame’’ (24/7) memang tidak terjadi. Tapi tidak berarti Jokowi bebas dari ancaman Endgame. Winter is coming. Jokowi bisa menggigil kedinginan dan, sangat mungkin, dia harus menghadapi End Game. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.