LONDON-KEMPALAN: Muncul dengan harga lebih dari €7 juta (sekitar 120 milyar rupiah), perangko Magenta 1c Guyana Inggris dianggap, per gramnya, barang paling mahal di dunia.
Pertama diedarkan pada tahun 1856, ini adalah satu-satunya dari jenisnya yang bertahan dari bekas Koloni Inggris. Ukurannya hanya 29 x 26mm. David Goldthorpe dari rumah lelang Sotheby’s, menceritakan kisahnya.
“(Benda) itu ditemukan oleh seorang kolektor perangko sekolah, dia orang Skotlandia, tapi dia tinggal di Guyana Inggris,” ujarnya seperti yang dikutip Kempalan dari Euronews.
“Dia menemukannya di antara surat-surat pamannya, dan dia mengenalinya dengan jelas sebagai perangko, dan sebagai perangko yang cukup tidak biasa, tetapi dia tidak benar-benar mengambilnya, jadi dia menukarnya dengan kolektor lokal lain untuk, saya pikir, sekelompok perangko asing lainnya,” tambah David.
Ia menambahkan, semakin berpindah tangan, semakin mahal harga perangko itu dan perlahan kelangkaannya juga tambah terkenal. Ini satu-satunya perangko dunia utama yang tidak ada dalam koleksi perangko kerajaan.
Tak lama setelah itu, pengganti darurat atas perangko itu dikeluarkan dari peredaran, dan benda ini menjadi satu-satunya perangko yang tersisa. Perangko itu sempat kembali ke Inggris pada akhir abad ke-19 sebelum dibeli oleh kolektor luar negeri.
Pemilik sebelumnya termasuk pemerintah Prancis dan pengusaha terkenal dan kriminal John Du Pont. Perangko tersebut akan disambut oleh truk lapis baja ketika tiba di Bandara Heathrow London di mana akan dipajang di tempat spesialis perangko Stanley Gibbons. (Euronews, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi