Sabtu, 11 Juli 2026, pukul : 14:17 WIB
Surabaya
--°C

Taliban Menguat, AS Khawatir

WASHINGTON-KEMPALAN: Amerika Serikat “melihat dengan prihatin” ketika pemberontak Taliban mengambil alih lebih banyak wilayah di Afghanistan sementara pasukan AS cepat-cepat kembali ke rumah di bawah perintah penarikan pasukan dari Presiden Joe Biden.

“Inilah waktunya bagi [pasukan pemerintah Afghanistan] untuk maju dan membela negara mereka,” kata Kirby dalam acara “Fox News Sunday” yang dikutip Kempalan dari Voice of America. Ia menambahkan bahwa sekarang adalah momen tanggung jawab.

Pemberontak Taliban mengatakan mereka telah menguasai 85% wilayah negara itu, sebuah klaim yang dibantah. Namun Kirby tidak membantah penilaian Fox News bahwa 13 juta warga Afghanistan hidup di bawah kendali Taliban, 10 juta di bawah pemerintahan pemerintah Afghanistan dan 9 juta di wilayah yang diperebutkan.

Bahkan dengan penarikan pasukan AS, Kirby mengatakan komandan Amerika akan dapat memberi nasihat kepada pasukan Afghanistan dari pangkalan di negara lain. Tetapi pasukan AS dan NATO sebagian besar sudah meninggalkan Afghanistan. Semua akan pergi pada akhir Agustus.

Biden pekan lalu dengan gigih membela penarikan pasukan AS, bahkan dalam menghadapi kemajuan Taliban. Ia mengatakan AS tidak berangkat ke Afghanistan untuk membangun negara tersebut. Menurutnya, ialah hak dan kewajiban dari masyarakat Afghanistan sendiri untuk menentukan masa depannya dan bagaimana mereka ingin mengelola negaranya.

Dia menggambarkan penarikan pasukan itu berlangsung dengan “cara yang aman dan tertib.” Beberapa hari yang lalu, pasukan AS menarik diri dari Pangkalan Udara Bagram yang sangat besar, titik pusat operasi militer AS.

Biden juga telah berkomitmen untuk segera mengevakuasi ribuan penerjemah Afghanistan dan keluarga mereka yang bekerja untuk Amerika Serikat. Dia mengatakan pemrosesan visa imigran khusus telah “dipercepat secara dramatis.”

“Hampir 20 tahun pengalaman telah menunjukkan kepada kami – dan situasi keamanan saat ini hanya menegaskan – bahwa hanya satu tahun lagi pertempuran di Afghanistan bukanlah solusi, tetapi resep untuk berada di sana tanpa batas waktu,” tuturnya.

Presiden AS itu juga menyampaikan, ketika ditanya seorang wartawan apakah ia mempercayai Taliban, ia menjawab tidak, namun menambahkan bahwa dirinya mempercayai kemampuan dari tentara Afghanistan yang lebih terlatih, dipersenjatai dengan baik, serta lebih kompeten dalam perkara melakukan pertempuran. (VoA, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.