Senin, 6 Juli 2026, pukul : 16:35 WIB
Surabaya
--°C

Lelah Kita Bekerja Bernilai Ibadah di Mata Allah Ta’ala

Oleh Ferry Is Mirza

Wartawan Utama Pengurus PWI Jawa Timur

KEMPALAN: Merasa Lelah saat melakukan suatu pekerjaan itu adalah hal yang wajar. Tapi, jangan lupa berdoa kepada Allah agar lelah yang kita rasakan hari ini bukan hanya sekedar lelah, namun bernilai ibadah dimata Allah.

Karena akan sangat menyenangkan bila lelah yang kita rasakan didunia ternyata membawa kebahagiaan nanti diakhirat.

Maka berdoalah agar hati selalu di penuhi dengan rasa syukur dan sabar atas pekerjaan yang dijalani hari ini.

Karena saat rasa syukur dan sabar selalu tertanam dihati, maka selelah apapun pekerjaan yang kita kerjakan tidak akan membuat kita mengeluh.

Berdoalah pula agar niat lillah selalu terpatri dihati, agar saat bekerja kita tak mudah merasakan lelah atau tak hanya lelah yang dirasa setelah usai bekerja.

Sebab, dengan hati yang selalu merujuk pada Allah, tentu kebaikanNYA akan selalu disandingkan pada kita.

Dan saat hati sudah selalu dihadapkan kepada Allah, tentu apapun pekerjaan yang kita lakukan akan selalu dimudahkanNYA.

Karena pastinya saat kita selalu menempatkan Allah dihati, tentunya keyakinan kita padaNYA akan selalu terjaga dengan baik.

Serta kerjakanlah apa yang menjadi pekerjaan kita dengan penuh rasa syukur, karena dengan terus bersyukur semuanya tentu akan terasa ringan.

Kita tidak akan mengeluh, walau semua itu seakan-akan begitu menyulitkan, karena pastinya kita akan sadar bahwa Allah pasti memberi kebaikan setelahnya.

Jadi, berikhtiarlah dalam doa sebelum kita memulai pekerjaan, agar yang kita kerjakan membawa berkah dan selalu membawa pada kebaikan.

Tak mengapa lelah, asal kita selalu lillah mengerjakannya, agar kelak kita bisa menuai bahagia diakhiratnya Allah.

Setiap orang pasti pernah lelah, hanya saja ada yang ditampakkan namun ada pula yang disembunyikan. Biarkan terkadang lelah datang, karena itu manusiawi. Lelah karena mencari nafkah itu berkah. Lelah itu diperlukan bagi orang-orang yang ingin terus maju. Dan, yang lebih penting, lelah karena mencari nafkah itu bisa bernilai ibadah.

Saya katakan bisa bernilai ibadah karena tidak semua lelah mencari nafkah bernilai ibadah. Kerja banting tulang, siang dan malam hanya mendapat rupiah tanpa bernilai ibadah adalah salah satu KERUGIAN terbesar dalam hidup.

Oleh karena itu, kita perlu mengkondisikan dan berusaha agar lelah saat mencari nafkah bisa bernilai ibadah. Setidaknya ada tiga kondisi yang perlu kita siapkan agar peluang ibadah itu melekat dalam lelah kita.

Berbisnislah atau bekerjalah di tempat yang baik dan benar.
Ukuran baik dan benar tentu bukan yang bergaji besar atau memberi keuntungan besar. Baik dan benar itu bermakna pekerjaan atau bisnisnya tidak haram. Bisnisnya tidak merusak. Bisnisnya tidak ilegal. Dan bisnis yang baik dan benar itu bertebaran di kanan kiri kita.

Cara bisnis atau kerjanya benar.
Apabila Anda bekerja terikat jam kantor, maka datanglah sebelum jam kantor dimulai dan pulangnya setelah jam kantor usai. Jangan menjadi karyawan yang datang telat, pulang cepat tapi gaji tetap minta dibayar utuh.

Biasakan memberikan prestasi lebih agar gaji atau uang yang kita bawa pulang ke rumah memang layak kita bawa. Jangan beri makanan atau sesuatu yang kotor kepada anggota keluarga kita. Cintai anggota keluarga kita dengan terbiasa memberikan sesuatu dari penghasilan yang baik, bukan yang kotor.

Bekerja atau berbisnislah karena mengharap cintaNYA.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala sangat mencintai orang yang rajin mencari nafkah. Bahkan Rasulullah pernah mencium tangan salah seorang sahabatnya, Saad bin Mu’adz, dengan mengatakan, “Tangan ini dicintai Allah dan Rasulnya dan tidak akan disentuh api neraka.”

Mengapa Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam mengatakan demikian ? Karena, di tangan sahabat tersebut ada tanda-tanda bahwa ia pekerja keras.

Berusahalah agar lelah kita menjadi ibadah. Jangan anggap remeh hal ini. Sungguh suatu kenikmatan dan keberuntungan bila kita bekerja dapat rupiah sekaligus bernilai ibadah. Dapat bayaran sekaligus ganjaran. Jum’ah barakah wa barakallahu fiikum (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.