MOSKOW-KEMPALAN: Rusia dan Belarus menyatakan keprihatinan atas apa yang mereka sebut “kebijakan Barat yang agresif.” Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menlu Belarusia Vladimir Makei, saat konferensi pers bersama di Moskow, Jumat (18/6).
“Dengan mempertimbangkan garis agresif yang terbuka dari rekan-rekan Barat kami, kami sepakat untuk mengkoordinasikan upaya guna memperkuat kedaulatan negara Federasi Rusia dan Republik Belarus. Sekaligus memastikan keamanan nasional kedua negara kami berdasarkan hukum internasional yang ada,” kata Lavrov seperti yang dikutip Kempalan dari Anadolu Agency.
Ditegaskan Lavrov, sikap negara-negara Uni Eropa terhadap Rusia dan Belarusia tidak konstruktif. Bahkan, menurut Lavrov, tindakan NATO yang juga dibahas kemudian dinilai sebagai upaya NATO “untuk meningkatkan situasi di benua Eropa.”
“Kami melihat latihan Defender Europe 2021 yang sedang berlangsung memperlihatkan niat agresif dari aliansi itu,” tegas Lavrov.
Makei juga menambahkan, situasi perkembangan terakhir. ”Dengan jelas menunjukkan adanya penyatuan pusat strategi serta alat khusus untuk mengobarkan perang informasi melawan kedua negara,” ungkapnya.
Bahkan, Pemerintah Belarusia mengubah kebijakannya terkait pemberian akreditasi koresponden asing untuk menghindari liputan yang bias.
“Sejumlah organisasi media mempekerjakan lawan pemerintah sebagai jurnalis mereka yang tidak memberikan liputan peristiwa yang objektif, mereka terlibat dalam kegiatan propaganda,” tudingnya.
Ketika ditanya tentang sanksi yang dijatuhkan oleh Barat terhadap Belarus, Makei mengatakan Minsk “dengan tegas menentang”nya.
“Banyak politisi di Barat menganggap diri mereka sebagai orang yang dapat mengatakan apa yang benar dan apa yang salah, mereka tidak dapat terbiasa dengan gagasan bahwa dunia berkembang tidak hanya sesuai dengan keinginan dan keinginan mereka,” tambahnya.
Ia berpikir otoritarianisme yang mendukung demokrasi lebih berbahaya ketimbang demokrasi ala komunis.
Makei meyakinkan negaranya akan menahan sanksi itu, terlepas dari kesulitan yang akan mereka timbulkan, dan bahwa pemerinyahnya akan merespons dengan tindakan balasan.
“Kami akan bertahan, dengan mempertimbangkan fakta bahwa Belarus tidak sendirian, ada sejumlah sekutu dan mitra yang selalu siap mendukung kami, (dan) kami pasti akan bertahan. Kami memahami bahwa ini akan menciptakan kesulitan tertentu bagi kami pemimpin Belarusia. Tetapi pemerintah dan presiden akan melakukan segalanya untuk memastikan bahwa orang-orang keluar dari masa sulit ini dengan kerugian minimal,” katanya. (Anadolu Agency, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi