PYONGYANG – KEMPALAN: Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memerintahkan pemerintahnya untuk sepenuhnya siap menghadapi konfrontasi dengan pemerintahan Biden, media pemerintah melaporkan Jumat (18/6), beberapa hari setelah Amerika Serikat dan negara-negara besar lainnya mendesak Korea Utara untuk meninggalkan program nuklirnya. dan kembali ke pembicaraan.
Kim mengeluarkan perintah itu Kamis (17/6) selama pertemuan partai berkuasa yang sedang berlangsung di Pyongyang dan sambil menjelaskan bagaimana Korea Utara harus menanggapi arah kebijakan AS di bawah Presiden Joe Biden, kata Kantor Berita Pusat Korea.
Kim “menekankan perlunya bersiap untuk dialog dan konfrontasi, terutama untuk sepenuhnya siap menghadapi konfrontasi” dengan pemerintahan Biden, kata KCNA.
Melansir dari APNews, Pada 2018-19, Kim mengadakan serangkaian pertemuan puncak dengan Presiden Donald Trump saat itu untuk membahas persenjataan nuklirnya yang semakin maju. Tetapi negosiasi mereka berantakan setelah Trump menolak seruan Kim untuk pencabutan sanksi ekstensif dengan imbalan penyerahan sebagian kemampuan nuklirnya.
Pemerintahan Biden telah bekerja untuk merumuskan pendekatan baru pada program nuklir Korea Utara yang digambarkannya sebagai “dikalibrasi dan praktis.” Rincian kebijakan Korea Utaranya belum dipublikasikan, tetapi para pejabat AS telah menyarankan Biden akan mencari jalan tengah antara pertemuan langsung Trump dengan Kim dan “kesabaran strategis” mantan Presiden Barack Obama untuk mengekang program nuklir Kim.
Kim tidak mengatakan langkah spesifik apa yang akan diambil Korea Utara. Tetapi beberapa ahli mengatakan dia bisa meluncurkan rudal provokatif dan uji coba senjata lainnya dalam beberapa bulan mendatang untuk menarik perhatian AS dan meningkatkan pengaruhnya menjelang kemungkinan negosiasi baru dengan Amerika Serikat. (APNews, Abdul Manaf Farid)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi