Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 04:39 WIB
Surabaya
--°C

GoTo hingga Bukalapak IPO, Angin Positif Pasar Saham Indonesia

JAKARTA-KEMPALAN: Era disrupsi merupakan zaman modern yang dinamis dan tidak dapat dihindari oleh kehidupan ini. Hal ini memberikan impact pada munculnya perusahaan berbasis teknologi yang fungsional dan menjamur belakangan ini.

Di Indonesia, ada beberapa perusahaan teknologi yang berstatus unicorn dan decacorn yang secara tidak langsung memberikan dampak yang signifikan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seperti, Gojek dan Tokopedia (GoTo), Traveloka, dan Bukalapak, yang mana menjadi tiga perusahaan yang memiliki segmentasi yang luas.

Ketiga perusahaan ini, dikabarkan akan melakukan Initial Public Offering (IPO). IPO adalah situasi dan kondisi dimana perusahaan ini akan menjual sebagain sahamnya kepada publik dan masyarakat secara general melalui Bursa Efek Indonesia atau pasar saham.

Melihat skema ini, Katarian Setiawan selaku Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia merespon positif. Ia melihat bahwa skema ini akan menjadi katalisator positif untuk merangkul investor regional maupun internasional untuk masuk ke pasar saham Indonesia.

“Dengan potensi ekonomi digital yang besar di Indonesia, saham perusahaan teknologi Indonesia akan mendapat perhatian dari investor secara global, terutama setelah porsi investor asing menurun beberapa tahun ini,” tuturnya dalam keterangan tertulis, pada Rabu (16/6).

Katarina menilai, bahwa adanya IPO perusahaan teknologi tersebut, akan berpotensi membuat aliran dana asing kembali masuk ke pasar saham Indonesia dan berdampak positif pada kinerja IHSG. Selain itu, tak hanya memberi dampak pada pasar saham, namun juga akan membuat potensi adanya portofolio flow yang dapat berdampak positif bagi neraca.

Eskposur sektor teknologi pada pasar saham Indonesia masih sangat rendah. Hal ini berbeda dengan ekonomi riil Indonesia di mana perusahaan teknologi justru telah berkembang. Salah satu penyebabnya adalah belum banyak perusahaan teknologi besar yang melakukan IPO di pasar Indonesia.

“Minat investor global itu sangat tinggi terhadap sektor teknologi. Sehingga aliran dana investor ke Asia justru mengalir ke pasar saham negara-negara yang memiliki eksposur tinggi di sektor teknologi seperti China, Taiwan, dan Korea Selatan,” imbuh Katarina.

Di lain sisi terkait sektor ekonomi digital, Indonesia memiliki pasar yang sangat potensial karena populasi yang besar, muda, dan produktif sehingga secara natural Indonesia memiliki daya tarik tersendiri untuk berbagai perusahaan teknologi dan start-up untuk berinvestasi dan mengembangkan bisnisnya di Indonesia. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.