
SURABAYA – KEMPALAN : Pendukung fanatik klub sepakbola kebanggaan Surabaya, Bonek, berencana merayakan HUT Persebaya ke-94, Kamis (16/6) malam nanti. Lewat flier yang beredar, Bonek diajak berkumpul di Stadion Tambaksari.
Flier itu bahkan dibumbui dengan kalimat “Wani Terabas, Jika Masih Berwujud Manusia Jangan Halangi Kami”. Namun salah satu tokoh Bonek Rafika Hardhiansari, rencana tersebut dibatalkan.

“Saya sudah mengimbau agar Bonek, terutama komunitas yang berada di binaan Yayasan Bonek untuk Bangsa untuk tidak hadir ataupun ikut berkerumun dan berkonvoi merayakan HUT Persebaya,” kata Rafika, Kamis (17/6) malam.
Rafika yang merupakan Ketua Yayasan Bonek untuk Bangsa mengemukakan ada beberapa alasan imbauan ini diberikan. Yang pertama adalah lonjakan kasus Covid-19, pasca penyekatan Jembatan Suramadu. Di sisi lain, pihak keamanan juga sudah menegaskan melarang kegiatan berkerumun. “Saya juga sudah diajak audensi dengan kapolsek-kapolsek dan saya sepakat bahwa di masa pandemi ini lebih baik tidak berkerumun demi memutus mata rantai Covid-19,” tuturnya.

Alasan kedua, pihak Pemkot Surabaya sudah memfasilitasi perayaan HUT Persebaya yang diperingati setiap tanggal 18 Juni lalu. Yaitu dengan memutar lagu Song For Pride di berbagai lokasi traffic light Surabaya. Rencananya, pemutaran lagu itu akan dilakukan pada hari Jumat, di 10 lokasi. Yaitu PCTL Gemblongan, PCTL Genteng Kali, dan PCTL Depan Hotel Simpang.
Kemudian, ada pula di PCTL Tunjungan, PCTL Tunjungan, PCTL Panglima Sudirman, PCTL Taman Bungkul, PCTL Basuki Rahmat depan Gramedia, TL Penggirian Ampel, dan juga di TL Mayangkara.
“Saya pribadi berterima kasih Pak Eri Cahyadi ada perhatian ke Persebaya,” kata perempuan yang akrab disapa Fika ini.
Sebagai gantinya, Fika mengimbau agar kegiatan perayaan HUT Persebaya diganti dengan kegiatan dengan lingkup yang lebih kecil. Seperti syukuran dan doa bersama, ziarah ke makam pendiri Persebaya dan bersih-bersih lingkungan Gelora 10 Nopember.
“Tadi teman-teman Bonek memberitahu bahwa kegiatan perayaan dilaksanakan di masing-masing korwil. Tadi pagi juga ada kegiatan bersih-bersih Stadion Tambaksari dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Jadi tak ada konvoi apapun,” tegasnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh komunitas lain yang tergabung di Yayasan Suporter Surabaya (YSS). Begitu juga official Persebaya sudah melarang ada kegiatan konvoi. Fika menyayangkan jika nantinya masih ada Bonek yang berkerumun dan berkonvoi. Apalagi aparat sudah menutup akses jalan menuju stadion.
“Kalau ada yang konvoi, itu artinya Bonek liar. Mari kita patuhi aparat dan pemerintah untuk tetap di rumah saja agar tidak menimbulkan kluster baru,” ujarnya.
Dia berharap seluruh Bonek Persebaya ikut berupaya memutus mata rantai penularan Covid19 dengan menerapkan protokol kesehatan. “Dengan demikian Persebaya bisa kembali berkompetisi dan jadi juara,” tegasnya. (Nani Mashita)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi