Penanganan Pandemi

Persakmi Jatim: Screening di Jembatan Suramadu Efektif Tekan Laju Penularan Covid19

  • Whatsapp
Wali Kota Eri Cahyadi dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Gamis Setyaningrum terjun langsung memimpin penyekatan di kaki Jembatan Suramadu.

SURABAYA – KEMPALAN: Upaya penyekatan di pintu masuk Jembatan Suramadu sisi Surabaya dianggap tepat. Langkah ini dianggap mampu menekan laju penularan virus Covid-19 di Kota Pahlawan.

Hal ini disampaikan oleh Pembina Pengurus Daerah Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Jawa Timur, Estiningtyas Nugraheni. Dia menilai, bahwa keputusan yang dilakukan Satgas Covid-19 Surabaya dengan menerapkan penyekatan di Jembatan Suramadu sangatlah efektif.

“Itu yang paling efektif, yang paling signifikan untuk menekan, menapis (screening) orang yang masuk ke Surabaya,” kata Estiningtyas, Kamis (10/6/2021).

Penilaian ini seiring dengan adanya lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan yang mempengaruhi kondisi Kota Surabaya. Menurutnya, dampak itu bisa dilihat dari keterisian Bed Occupancy Rate (BOR) di beberapa rumah sakit atau ruang isolasi di Surabaya. “Jumlah positif naik dari data yang ter-publish sudah ketahuan. Penghuninya Hotel Asrama Haji, Rumah Sakit Lapangan itu kan naik,” ungkap Esti.

Lebih lanjut, dia mengamati dua minggu setelah Lebaran terjadi kenaikan kasus Covid-19 namun masih di bawah 30 persen. Tetapi setelah rumah sakit dan puskesmas di Bangkalan lockdown, kenaikan kasus di Surabaya dinilainya signifikan.

“Nah, saat minggu ketiga (pasca lebaran) adanya kasus di tetangga (Bangkalan), naiknya (Surabaya) sampai di atas 50. Berarti kan secara kasat mata saja sudah signifikan,” paparnya.

Di samping itu, faktor lain yang mempengaruhi adanya penambahan kasus ini karena memang tingginya mobilitas masyarakat di Kota Pahlawan. Seperti warga luar daerah yang dalam setiap harinya bekerja di Surabaya.

Oleh sebab itu, pihaknya sangat setuju ketika Satgas Covid-19 Surabaya mulai menerapkan screening di kaki Jembatan Suramadu maupun di Dermaga Ujung, Tanjung Perak. Sebab, tidak mungkin apabila akses masuk ke Surabaya ini ditutup secara total untuk mencegah laju penyebaran Covid-19.

“Surabaya kalau ditutup banget (total) tidak bisa. Karena banyak pegawai yang dari luar Surabaya. Karena itu (masuk Surabaya) harus pakai swab, tracing harus. Makanya sekarang ini kita kerja keras lagi dan kita berupaya meminimalisir agar tidak naik,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, selain menerapkan penyekatan di Jembatan Suramadu, pihaknya juga melakukan swab hunter di Kota Surabaya. Ikhtiar yang dilakukan ini sebagai langkah deteksi dini dan mencegah laju penularan Covid-19 di Surabaya.

“Swab massal dan swab hunter di Kota Surabaya, baik di pemukiman keramaian dan yang kemungkinan ada lonjakan sudah dilakukan. Hari ini concern di dalam kota. Jadi kasus di dalam (Surabaya) jangan sampai meningkat,” kata Wali Kota Eri.

Seperti diketahui, Satgas Covid-19 Kota Surabaya mulai menerapkan screening atau penyekatan di pintu masuk Jembatan Suramadu sisi Kota Pahlawan sejak Minggu (6/6/2021) lalu. Penyekatan ini dilakukan pasca terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan. Upaya ini untuk memastikan setiap pengendara yang masuk ke Kota Surabaya negatif Covid-19. (Nani Mashita)

Berita Terkait