OPINI

La Nyalla Tak Sepenuhnya Percaya Tim Sukses

  • Whatsapp
Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti

Catatan: Prof Dr Sam Abede Pareno, MM,MH.

KEMPALAN: La Nyalla pernah memimpin Partai Patriot Pancasila Jawa Timur. Sekarang parpol ini sudah tak ada lagi. Dalam suatu pemilu–partai ini juga ikut–ketika beliau dan saya berada di kantor partai tersebut, datang sejumlah orang ingin bertemu beliau. “Mereka ingin jadi tim sukses partai kita,” ujar penjaga kantor.
“Bilang saya nggak ada,” sahut La Nyalla.
Saya bertanya keheranan, mengapa menolak mereka yang bersedia jadi tim sukses, bukankah sebagai pendatang baru dalam pemilu partai kita membutuhkan tim sukses sebanyak-banyaknya?
“Betul. Tapi pada umumnya mereka hanya cari duit. Kerjanya nggak efektif,” sergahnya.

Suatu waktu yang lain, beliau didatangi seseorang yang ingin coba-coba jadi pengamat politik. Orang ini membawa proposal sebagai saran bagi Partai Patriot Pancasila untuk meraih suara sebanyak-banyaknya dalam pemilu. “Kami sudah punya puluhan proposal, jadi tidak butuh proposal lagi. Terima kasih,” demikian respons La Nyalla.
Alasannya sama dengan yang tadi.

Menurutnya, tim sukses dan pembuat proposal niatnya cari duit. Mereka memanfaatkan nafsu setiap partai atau setiap calon untuk menang. Kita jangan sampai terpedaya.

Begitulah La Nyalla yang tak menganggap penting amat peran tim sukses ataupun proposal menuju kemenangan. Hal ini patut saya kemukakan terkait dengan tulisan saya berjudul “Di Balik Pencalonan Bakal Capres/Cawapres” 2 hari lalu (30 Mei 2021). Maksudnya agar jangan ada di antara kita yang melamar jadi tim sukses atau mengajukan proposal untuk pencalonan La Nyalla sebagai presiden di 2024. Kecuali kalau yang bersangkutan memang membutuhkannya, tanpa tawar-menawar. Sebagai sosok yang pemurah dan penolong, tabiat La Nyalla paling tak suka diminta, beliau sangat paham bagaimana harus menghargai seseorang.

Oleh karena itu, sering saya katakan pada setiap orang yang membaca serial tulisan-tulisan saya tentang beliau, bahwa saya bukan tim sukses La Nyalla, saya hanya bersimpati pada seorang teman baik yang kebetulan senator asal Jawa Timur. Daripada mendukung orang yang nggak saya kenal, nggak jelas juntrungannya. Alhamdulillah, banyak yang maklum bahkan seorang wartawan yang pernah satu kantor dengan saya berujar, “Saya tahu siapa Pak Sam, saya kan pernah jadi anak buah bapak”.

Sekarang, hampir di setiap provinsi ada “posko pemenangan La Nyalla for President”. Merupakan spontanitas dari eksponen Pemuda Pancasila. Bisa saja mereka direkrut menjadi tim sukses. Namun hal itu terserah La Nyalla.

Surabaya, 1 Juni 2021.

Berita Terkait