Rabu, 29 April 2026, pukul : 19:27 WIB
Surabaya
--°C

Ketum PSSI Berduka, Ibunda Tercinta Meninggal Dunia

JAKARTA-KEMPALAN: Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun. Kabar duka cita menyelimuti Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.
Ibu kandungnya yang bernama Laila Solihaty meninggal dunia. Kabar duka tersebut disampaikan oleh tim media PSSI yang diterima, Senin (31/5) malam.

Dalam keterangannya, Laila Solihaty meninggal dunia di usia 80 tahun. “Ibu Laila Solihaty meninggal dunia di RS Medistra Jakarta pada Senin (31/5) pukul 21.51 WIB,” tulisnya.

Rencananya almarhumah akan disemayamkan dikediaman almarhumah di Bandung Komplek Dago Alamanda Permai H -78 Jl Tubagus Ismail Dago Bandung. Selanjutnya almarhumah akan dikebumikan di Pemakaman Keluarga, TPU Sirnaraga, Bandung, Selasa (1/6) siang.

“Kami atas nama keluarga memohon keridhoan Bapak/Ibu dan handai taulan sekalian untuk berkenan memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan almarhumah selama ini,” kata Iwan Bule.

“Kami juga memohon doa, agar almarhumah husnul khotimah, mendapatkan tempat yang layak disisi Allah SWT, diterima semua amalan baiknya serta diampuni segala kesalahannya,” sambungnya.

Sebelumnya, selepas Kongres Tahunan PSSI di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/5), Iwan Bule mendapatkan kabar jika ibundanya dalam kondisi kritis.

Kabar itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto.
Iwan Bule pun terlihat tergesa-gesa dan tidak hadir dalam sesi jumpa pers bersama awak media.

“Pak Mochamad Iriawan tadi izin tidak bisa ikut sesi jumpa pers karena dapat kabar ibunya lagi sakit,” kata Iwan Budianto.

Sepuh dan Punya Penyakit Ginjal

Almarhumah Laila Solihaty ini sempat sakit dan dirawat di Rumah Sakit (RS) Medistra Jakarta, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Senin 31 Mei 2021 malam.

Menurut Iwan Bule, dua hari setelah hari raya Idul Fitri, ibunya sudah dirawat intensif di rumah sakit karena sakit yang dideritanya.

“Setelah hari raya kedua, masuk rumah sakit sampai meninggal tadi malam. Sakit yang diderita almarhum ada infeksi dan sudah sepuh dan ibu juga punya ginjal juga sudah lama,” kata Iwan di rumah duka, Selasa (1/6).

Iwan Bule mengatakan, sakit ibunya itu tidak dirasa sehingga terlambat mendapat penanganan. Namun semuanya, kata dia, sudah diatur Yang Maha Kuasa.

“Ibu juga sudah sepuh sudah pasrah sehingga tidak dirasa. Kalau dirawat sebulan sebelumnya mungkin beda cerita, tapi semua diatur sama Yang Maha Kuasa. Kita ikhlas,” katanya.

Selama dirawat, Iwan Bule mengaku selalu menemani almarhum di rumah sakit. Bahkan, ia sempat tidak akan hadir dalam kongres PSSI karena ingin menemani sang ibu.

“Saya waktu kongres pun hampir tidak ikut tapi saya tetap ikut dan langsung ke rumah sakit. Dan tadi malam saya tungguin dari jam 4,” akunya.

Hingga siang, sejumlah tamu masih berdatangan untuk menshalatkan dan mengucapkan bela sungkawa kepada Iwan Bule. Tampak sejumlah kolega dari PSSI, pemilik klub hingga pejabat.
Di antaranya Wakil Ketua PSSI Iwan Budianto, Ketua PSKC Cimahi Edi Mulyo, Mantan Ketua Aprov Jabar Dudi Sutendi, Plt Sekjen Asprov PSSI Jawa Barat Laga Sudarmadi, dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung, Syahrul Gunawan.

Sementara beberapa pengurus klub yang tidak sempat hadir mengucapkan bela sungkawa kepada Iwan Bule lewat WhatsApp langsung kepada Iwan Bule atau melalui grup.

Diantaranya adalah Manajer Tim HWFC, Suli Da’im. “Saya sudah balik ke Surabaya, sehingga mengucapkan bela sungkawa lewat WhatsApp di grup,” kata Suli Da’im, Selasa (1/6). (trb/pin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.