Azerbaijan

Pelayanan Publik Jauh di Depan, Azerbaijan Terus Kembangkan Diri

  • Whatsapp
Fariz Jafarov, direktur Pusat Pengembangan E-Gov Azerbaijan.

BAKU-KEMPALAN: Fariz Jafarov, direktur Pusat Pengembangan E-Gov Azerbaijan mengatakan dalam wawancaranya dengan Trend, Azerbaijan lebih maju dari kebanyakan negara dalam hal membuat dan mengembangkan pelayanan pemerintah berbasis elektronik.

“E-GOV Development Center mengembangkan beberapa proyek baik di tingkat negara bagian dan proyek segmen pemerintah-ke-bisnis (G2B) dan pemerintah-ke-warga (G2C) sehubungan dengan penyebaran COVID-19 pada tahun 2020,” ujar Jafarov seperti yang dikutip Kempalan dari Azer News pada Senin (31/5).

Jafarov menekankan, “Sistem Izin SMS” dan situs web icaze.e-gov.az, yang memungkinkan semua sektor bisnis memberikan izin khusus kepada karyawannya, dikembangkan pada tahun 2020. Seraya menambahkan izin itu bisa didapatkan hanya dengan mengirim SMS ke 8103 untuk keperluan tertentu.

“Selama periode pandemi COVID-19, warga Azerbaijan mengirim 112 juta SMS ke 8103,” tambah direktur Pusat Pengembangan E-GOV Azerbaijan. “Mengikuti perkiraan kasar, sekitar tujuh juta warga Azerbaijan telah menggunakan layanan sistem ini,” tambah direktur E-Gov itu.

Ia menambahkan, proyek strategis lainnya pada tingkat negara sedang dikembangkan agar bisa mengelola sumber daya air. Sistem informasi manajemen e-water telah dibentuk untuk memperhitungkan keseimbangan air masuk dan keluar dari negara dan yang digunakan oleh berbagai industri.

“Selain itu, Pusat tersebut mengembangkan proyek Cimerlik.az, di mana warga dapat mendaftar untuk mengunjungi pantai,” kata Jafarov.

Jafarov mengatakan, sistem pendaftaran terpadu milik warga Azerbaijan yang dihancurkan oleh formasi militer Armenia dikembangkan selama perang Armenia-Azerbaijan Nagorno-Karabakh dan periode pasca-perang.

“Sebuah proyek manajemen dokumen elektronik dikembangkan untuk semua badan negara pada akhir 2020,” tambah direktur Pusat Pengembangan E-GOV Azerbaijan seraya menambahkan, semua struktur negara melalui satu sistem dapat menggunakan aliran dokumen negara yang dimasukkan ke dalam situs web E-Government.

Jafarov mengatakan, lembaganua memastikan komunikasi antara berbagai lembaga negara dalam proses transformasi digital, pengembangan situs web tertentu, pencerahan kepada warga, dan berbagai acara. Maka dari itu semua warga Azerbaijan juga wartawan diberikan informasi mengenai proyek negara dan memungkinkan penerapannya melalui jurnalisme digital.

“Perlu mempertimbangkan perlindungan sistem informasi keadaan fisik dan keamanan penggunaan layanan pemerintah digital oleh penduduk di bidang memastikan keamanan siber,” tambah Jafarov. Lembaganya juga meluncurkan proyek ASAN untuk memastikan keamanan warganya yang dikembangkan untuk kepentingan pemerintah dan bisnis.

Masih banyak proyek pengembangan lain yang akan dilakukan oleh Azerbaijan dengan mengikuti standar General Data Protection Regulation dari Eropa dan masyarakat pun bisa melaporkan keluhannya jika ada kecurigaan terhadap pihak ketiga berkaitan data. (Azer News, reza hikam)

Berita Terkait