Bencana Alam

Topan Yaaw Bangladesh: Dua Tewas, Ribuan Mengungsi, Ratusan Ternak Hanyut

  • Whatsapp
Bantuan dari Topan Yaas. (BBC)

DHAKA-KEMPALAN: Topan Yaas yang dahsyat menghantam Bangladesh pada Rabu (26/5), berdampak pada 27 distrik dari sembilan distrik pesisir selatan, menurut sumber resmi.

Sebagian besar daerah yang terkena dampak dibanjiri oleh gelombang pasang yang ditimbulkan oleh topan yang mempengaruhi lahan pertanian, rumah, jalan, jembatan dan ternak, kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Penanggulangan dan Bantuan Bencana negara itu.

Menurut catatan awal yang dikumpulkan dari daerah yang terkena dampak oleh kementerian, hingga Rabu malam, 12 perusahaan ikan dan beberapa hektar lahan pertanian telah terendam di distrik selatan Pirojpur, sementara 250 rumah rusak dan hampir 900 ternak hanyut di distrik pulau Bhola. Selain itu, topan menyebabkan 21 desa terendam air banjir di kabupaten Bagerhat, mempengaruhi ribuan orang, dan di daerah lain, jalan dan jembatan rusak.

Melansir dari Anadolu Agency, pada jumpa pers Rabu malam, Menteri Negara Md Enamur Rahman mengatakan negara itu sekarang sudah keluar dari bahaya.

Pasukan polisi reguler juga memantau tindakan disipliner di semua tempat penampungan topan, di mana orang-orang diberi pembersih tangan dan masker wajah dalam jumlah yang cukup untuk menahan penyebaran pandemi virus corona.

“Bangladesh sekarang sepenuhnya keluar dari dampak Topan Yaas,” kata Rahman, menambahkan 76.000 sukarelawan bersama dengan anggota Pramuka Bangladesh, Masyarakat Bulan Sabit Merah dan Ansar VDP, pasukan bantuan paramiliter, bersiap untuk melayani orang-orang.

“Karena topan parah tidak melanda Bangladesh dengan parah, sebagian besar orang meninggalkan tempat penampungan topan pada Rabu malam,” tambahnya.

Seorang pria juga tewas setelah tertimpa pohon yang tumbang saat cuaca berkabut Selasa malam, sementara seorang nelayan meninggal Selasa setelah kapalnya terbalik di laut di tengah cuaca buruk akibat dampak topan, menurut sumber resmi.

Negara delta Asia Selatan ini telah sering mengalami bencana alam selama beberapa dekade karena juga merupakan salah satu negara yang paling terkena dampak perubahan iklim di dunia. (Anadolu Agency, Abdul Manaf Farid)

Berita Terkait