Minggu, 28 Juni 2026, pukul : 00:20 WIB
Surabaya
--°C

Makna Kemenangan dalam Idul Fitri

Oleh:
Dr. Nawiroh Vera
Dosen Fikom Universitas Budi Luhur, Jakarta

KEMPALAN: Istilah hari kemenangan sering disebut dalam rangka menyambut hari Idulfitri. Jika ditinjau dari arti katanya, kemenangan adalah keberhasilan yang diraih melalui sebuah perjuangan. Ada proses yang harus dilalui oleh seseorang untuk mencapai kemenangan. Selama bulan Ramadan umat Islam diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh. Dalam berpuasa kita sesungguhnya sedang melakukan pertempuran hebat, melakukan jihad dalam bentuk berperang melawan hawa nafsu. Siapa lawan kita dalam peperangan tersebut? Tidak lain adalah diri kita sendiri.

Di bulan puasa sesuatu yang biasanya diperbolehkan menjadi terlarang, seperti makan, minum, hubungan suami-istri. Apalagi sesuatu yang memang dilarang. Proses mencapai kemenangan tidaklah mudah. Jika dianalogikan seperti seorang atlet yang akan bertanding, untuk bisa menang maka ia harus banyak berlatih dan disiplin yang ketat. Prajurit yang akan berperang harus menyiapkan strategi perang yang andal agar dapat memenangkan pertempuran.

Sebagai manusia yang berjihad melawan hawa nafsu, seyogyanya kita juga membekali diri dengan kemampuan untuk mengendalikan baik nafsu lahiriah maupun nafsu batiniah. Orang yang layak disebut ‘menang’ adalah orang yang dalam perjuangan meraih kemenangan dapat menekan egosentrisme, menjaga lisan agar yang diucapkan tidak menyakiti sesama, tidak suka mencela, sombong, ataupun arogan. Maka di akhir bulan yang mulia ini marilah kita melakukan introspeksi, apakah layak kita disebut sebagai pemenang dan merayakannya jika puasa yang kita lakukan sekadar menunaikan kewajiban. Dengan teman dan saudara masih berselisih, bekerja menghalalkan segala cara, sebagai murid suka menyontek, sebagai guru sewenang-wenang, diberi amanah mengkhianati, dan lain-lainnya. Ramadan merupakan arena bagi tiap individu beriman dalam melatih diri agar meraih kemenangan.

Orang yang layak disebut sebagai pemenang di hari Idulfitri adalah orang yang berhasil meraih ketakwaan. Para pemenang sejatinya belum berhenti berjuang, justru harus berjuang lagi dengan keras karena mempertahankan kemenangan lebih sulit daripada meraihnya. untuk mempertahankan kemenangan yang mungkin sudah berhasil diraih tidak bisa hanya dilakukan di bulan Ramadan saja. Hidup adalah perjuangan, hidup adalah pertempuran dan hidup juga perlombaan, maka setiap saat semua orang harus mampu mempertahankan kemenangan yang sudah diraih, jika terlena sedikit saja oleh gemerlap duniawi maka kemenangan akan hilang, dan harus berjuang kembali untuk meraihnya.

Ciri-ciri orang yang menang di antaranya adalah dia dapat menyinergikan antara “Hablum minallah” (hubungan dengan Tuhan) dengan “Hablum minannas” (hubungan dengan manusia). Dan pemenang sesunguhnya adalah orang yang dengan ikhlas mau memaafkan.

Semoga kita masih dipertemukan dengan Ramadan berikutnya guna memperoleh kemenangan abadi. “Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum” (semoga Allah menerima amalan saya dan kamu, amalan puasa saya dan kamu).  (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.