WASHINGTON-KEMPALAN: Amerika Serikat menerima pengumuman Taliban berkenaan dengan gencatan senjata selama tiga hari yang akan terlaksana di Afghanistan untuk merayakan hari raya Idulfitri. AS juga mengajak kelompok itu untuk memperpanjang gencatan senjata tersebut.
“Kami memang menerima pengumuman dan tindakan apapun yang membebaskan rakyat Afghanistan dari kekerasan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Ned Price ketika konferensi pers di Washington pada Senin (10/5)
Melansir Aljazeera, ia juga meminta Taliban untuk memperpanjang gencatan senjata yang diajukan itu dan memerintahkan untuk pengurangan tindak kekerasan secara signifikan.
Pada Minggu (9/5), Emirat Islam Afghanistan alias Taliban mengeluarkan perintah melalui situs resminya, Alemarah, yang memerintahkan para petarungnya untuk “menyediakan atmosfir yang damai dan aman kepada rekan-rekan selama Idulfitri” agar dapat merayakan momen hari raya dengan ketenangan.
Mereka memerintahkan semua petarungnya untuk menghentikan penyerangan terhadap musuhnya di seluruh Afghanistan pada hari pertama hingga ketiga dari Idulfitri.
Namun, mereka juga menyampaikan, jika musuh melakukan serangan terhadap para petarungnya, mereka menyarankan untuk bersiap-siap “mempertahankan diri dan wilayahnya”. Taliban juga tidak memperbolehkan anggotanya untuk mengunjungi wilayah musuh dan juga melarang musuh untuk memasuki wilayahnya.
Amirul Mukminin Emirat Islam Afghanistan, Syaikh Hibatullah Akhundzada dalam pesan Idulfirtri-nya memastikan, jika pendudukan atas negaranya berakhir maka Afghanistan akan memiliki sistem Islami yang inklusif, sekaligus meminta kelompok oposisinya untuk mengakhiri segala upaya untuk melanjutkan peperangan yang sudah berkecamuk.
Ia menganggap penarikan pasukan AS dan negara lain sebagai langkah baik dan mendesak seluruh kesepakatan Doha agar dipenuhi, namun Syaikh Hibatullah beranggapan AS selalu melanggar perjanjian dan menyebabkan pertumpahan darah.
Pimpinan Taliban itu turut mengatakan bahwa pihaknya mengutamakan negosiasi dan pemahaman dan telah mengirinkan tim negosiasinya untuk melanjutkan perundingan antar-Afghanistan supaya dapat berlanjut, namun menjelaskan, pemerintahan Republik Islam Afghanistan di Kabul berusaha menyabotase proses politik yang sedang berjalan. (Aljazeera/Alemarah, reza m hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi